Konsula berambisi pimpin digitalisasi kesehatan di Indonesia

  • Komitmen untuk pasar domestik, menyediakan 800 dokter di direktorinya
  • Akan luncurkan solusi cloud bagi dokternya untuk mengelola pemesanan online
Konsula berambisi pimpin digitalisasi kesehatan di Indonesia

 
To read this story in English, click here.
 
DIGITALISASI di bidang kesehatan menjadi kebutuhan vital di Indonesia mengingat jumlah penduduknya yang besar, lebih dari 250 juta, dan tersebar di berbagai wilayah hingga pulau-pulau terpencil di seluruh nusantara.
 
“Saat ini, Indonesia hanya memiliki 160.000 dokter yang harus melayani 250 juta orang – ini jelas tidak memadai, tapi  begitulah kenyataannya,” kata Shinta Nurfauzia, cofounder dan CEO PT Konsula Amarta Nusantara (Konsula), sebuah startup yang berbasis di Jakarta.
 
“Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana agar dokter bisa melayani sebanyak mungkin pasien, di sisi lain, bagaimana caranya agar pasien bisa mendapatkan layanan dokter lebih mudah dan cepat,” katanya kepada Digital News Asia (DNA) di Jakarta baru-baru ini.
 
Dengan jumlah dokter yang masih jauh dari cukup, tentu sangat sulit bagi pasien untuk bisa mendapatkan layanan dokter yang sesuai dengan keinginan. Masalah inilah yang Konsula ingin membantu untuk mengatasinya. Intinya Konsula ingin membantu baik pasien maupun dokter bisa terhubung lebih mudah.
 
“Karena saat ini kita belum bisa menambah jumlah dokter maka yang bisa kita lakukan adalah mengurangi waktu tunggu pasien dan membantu pasien mendapatkan sekaligus memesan dokter yang mereka inginkan,” katanya.
 
Menurutnya, dari penelitian yang dilakukan oleh Konsula, pasien di Indonesia butuh waktu tiga hingga 3.5 jam hanya untuk membuat perjanjian dengan dokter.
 
Dengan adanya direktori online, proses ini hanya perlu waktu sekitar 15 menit saja, ini artinya dokter pun bisa lebih banyak mengobati pasien dalam sehari.
 
“Dengan direktori online tersebut, pasien bisa menemukan dokter lebih mudah dan cepat. Ini sangat menghemat waktu untuk pemesanan atau membuat janji dengan dokter,” katanya.
 
Digitalisasi kesehatan
 

Konsula berambisi pimpin digitalisasi kesehatan di Indonesia

Konsula didirikan oleh Shinta, dan dua rekannya Johannes Ardiant dan Ronald Wijaya. Ketiganya baru menyelesaikan studi mereka di Amerika Serikat.
 
Ketiganya memiliki misi yang sama yakni membantu rakyat Indonesia mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik, meskipun dalam kondisi yang serba kekurangan baik dalam jumlah dokter maupun sarana infrastruktur.
 
Misi yang mulia ini mendapat sambutan dari East Ventures yang bersedia menjadi investor dengan menyediakan modal awal bagi perusahaan mereka yang berdiri Oktober lalu.
 
Dalam pernyataan resminya, managing partner East Ventures Wilson Cuaca mengatakan ia percaya visi Konsula untuk melakukan digitalisasi di sektor kesehatan akan membawa manfaat besar bagi jutaan rakyat Indonesia.
 
Untuk mendukung misinya, Konsula membuat program yang disebut Konsula Search dan Konsula Connect. Yang pertama adalah direktori dokter serta sistem pemesanan online, sedangkan yang kedua adalah solusi berbasis cloud bagi dokter untuk mengelola pemesanan tersebut.
 
Konsula Search adalah layanan gratis yang diluncurkan sejak Oktober lalu, dan kini telah memiliki lebih dari 800 dokter yang terdaftar.
 
Sementara Konsula Connect rencananya diluncurkan akhir bulan ini, dan akan menjadi layanan berbayar dengan biaya mulai dari US $ 18 per bulan per dokter.
 
“Kami ingin Konsula menjadi penyedia program digital yang dibutuhkan baik bagi pasien maupun dokter yang bisa menjadi solusi masalah kesehatan di Indonesia,” kata Shinta.
 
“Ke depan kami juga melakukan digitalisasi untuk system pembayaran, akan tetapi sementara ini fokus kami adalah direktori dokter dan pemesanan online,” tambahnya.
 
Kebanggaan lokal, prospek global
 

Konsula berambisi pimpin digitalisasi kesehatan di Indonesia

 
Lahir dan dibesarkan di Indonesia, ketiga pendiri Konsula ingin perusahaan yang mereka dirikan mampu memimpin transformasi digital di sektor kesehatan di Indonesia.
 
“Tentu saja kami ingin menjadi merek global ... tapi kita perlu memimpin pasar kita sendiri dulu,” kata Shinta.
 
Menurutnya pendekatan lokal yang dilakukan perusahaannya akan mendapatkan dukungan tidak hanya dari dokter, tetapi juga dari pemerintah.
 
Ia sadar perlu usaha dan kerja keras untuk mendapatkan apa yang telah mereka capai saat ini. “Kami harus mengetuk pintu setiap dokter untuk menjelaskan gagasan kami sebelum produk kami ada serta bagaimana agar membuat mereka mau terdaftar dalam direktori kami,” kata Shinta.
 
“Itu adalah pengalaman yang luar biasa karena haru tahu apa yang dokter pikir tentang layanan kami, dan apa yang mereka ingin kami harus sediakan.
 
“Sekarang, para dokter yang ada di direktori kami justru menjadi marketing terbaik kami – dengan memasarkan dari mulut ke mulut,” tambahnya.
 
Saat ini, perusahaan menerima aplikasi hingga 40 dokter setiap minggu untuk dimasukkan dalam direktori Konsula Search, katanya.
 
Untuk sementara ini direktori hanya berlaku untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, tetapi ke depan akan diperluas hingga ke kota-kota lain seperti Bandung dan Surabaya. Rencananya pada akhir kuartal kedua, menurut Shinta.
 
“Jika anda melihat Konsula Search, anda akan melihat bagaimana kami mengelola dengan design yang dibuat sedemikian rupa untuk memenuhi pasar domestik.
 
Potensi  untuk mengembangkan Konsula ke seluruh wilayah Indonesia tentu sangat besar.  “Kami ingin benar-benar menjadi pemimpin di wilayah Jakarta terlabih dahulu, dan kemudian perlahan-lahan memperluas produk dan layanan ke kota-kota lain di seluruh nusantara,” katanya.
 
Perusahaan akan segera meluncurkan aplikasi mobile untuk platform Android, diikuti oleh versi iOS dalam dua bulan ke depan.
 
Shinta mengatakan Konsula juga akan mengumumkan kolaborasi dengan organisasi kesehatan, masyarakat serta komunitas dokter, dan rumah sakit awal tahun ini.
 
Artikel Terkait:

DoctorGratis Plus, konsultasi kesehatan menggunakan smartphone
 
Potensi besar, Lintasarta luncurkan layanan kesehatan digital
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019