Muslimarket.com tawarkan konsep berbeda

  • Akan menjadi portal belanja online pertama yang mengantongi sertifikasi syariah
  • Targetkan dalam 3 tahun masuk pasar Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Muslimarket.com tawarkan konsep berbeda

To read a different version of this story in English, click here.
 
MAGNET pasar ritel daring di Indonesia menarik minat para pelaku bisnis untuk menjajal peluang wirausaha e-commerce Indonesia. Pendatang baru pun hadir menambah daftar e-commerce di tanah air, yakni Muslimarket.com, pada pertengahan Juni 2015 lalu.
 
Adalah Riel Tasmaya, mantan profesional di bidang keuangan bersama mitra angel investor-nya yang berani membidani kelahiran Muslimarket.com untuk ikut meraup manisnya momentum ritel saat bulan puasa dan jelang hari raya Idul Fitri.
 
“Muslimarket.com yang baru saja soft launching pertengahan Juni lalu memanfaatkan momentum puasa dan lebaran. Kami saat ini sedang bersiap untuk grand launching pada Desember nanti,” ujar Riel kepada Digital News Asia (DNA), pada awal September di Jakarta.
 
Sayang, saat ditanya jumlah investasi yang dikucurkan untuk peluncuran awal, Riel tak bersedia membocorkan angkanya. Meski pemain lokal maupun asing sudah meramaikan pasar online, Muslimarket tak gentar menjadi ‘anak baru’ di industri e-commerce tanah air.
 
Riel menyatakan bahwa Muslimarket.com memiliki perbedaan serta pendekatan pada konsumen yang sangat kuat dan tidak dimiliki oleh e-commerce lainnya. Hal ini menjadi salah satu keunggulan kompetitif yang dimiliki Muslimarket.com.
 
“Indonesia memiliki populasi penduduk yang besar, pastinya ini menjadi basis pasar yang juga besar. Investor asing saja melirik ini. Sebagai anak negeri, justru kita harus terdepan dalam memanfaatkan peluang populasi masyarakat ini,” ujarnya.
 
Namun, Riel mengaku, besarnya populasi saja tidak cukup kuat untuk dijadikan pondasi berdirinya sebuah usaha akan tetapi potensi dan keunggulan lainnya juga harus tetap dikembangkan.
 
“Dari  populasi tadi, kita telisik lagi. Ternyata populasi penduduk Muslim terbesar di dunia bermukim di Indonesia. Pasar ini potensinya sangat besar, namun belum begitu optimal pemberdayaannya,” tambah Riel.
 
Ia melihat banyak pelaku bisnis e-commerce yang juga sudah menyadari potensi pasar di Indonesia, namun rata-rata masih terpaku pada momentum tertentu saja, dan hanya menyediakan produk fashion.
 
Nah, Muslimarket.com justru hadir  mengisi kekosongan one-stop-Muslim-portal di Indonesia. Sesuai dengan tagline yang dipilih, yakni ‘Serba Muslim, Serba Ada’, situs ini menyediakan berbagai kebutuhan kaum Muslim seperti produk fashion, kosmetik, aksesori, hingga perlengkapan ibadah.
 
Jaminan Syariah dan pilihan infaq

Muslimarket.com tawarkan konsep berbeda

Kental dengan nuansa Islami, Muslimarket.com ingin menggarap pasar penduduk Muslim Indonesia dengan lebih serius dan luas, salah satunya mengaitkan pengalaman berbelanja dengan ibadah dan ikatan emosional.
 
“Kami ingin meningkatkan hubungan emosional dengan sentuhan Islami saat berbelanja, bukan sekedar sisi fashion saja. Muslimarket.com memastikan segala produk yang dijual adalah 100 persen halal, dan sebagian keuntungan akan  kita kembalikan untuk pemberdayaan umat juga,” ujar Riel (gambar di atas).
 
Membangun cerita emosional di balik sebuah portal belanja daring menjadi andalan Muslimarket.com. Kekuatan lainnya, terang Riel, saat ini, Muslimarket.com sedang dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional (DSN), dan akan menjadi satu-satunya e-commerce yang berbasis syariah di Indonesia.
 
“Saat grand launching nanti sertifikasi inilah yang akan menjadi pembeda utama Muslimarket.com dengan yang lain.
 
“Kami juga memastikan di dalam tim kami akan ada Dewan Pengawas Syariah yang akan memilah setiap produk dan memastikan segalanya, termasuk sampai ke proses transaksi dan pembayaran, sudah sesuai dengan syariah,” tambahnya.
 
Selain memiliki sertifikasi syariah dari DNS, Muslimarket.com  menerapkan konsep berbelanja sembari berinfaq untuk para konsumen. Setiap melakukan pembelian, konsumen diberi pilihan untuk berinfaq dengan jumlah sesuai dengan keinginan mereka.
 
Nantinya, dana yang mereka infaqkan akan disalurkan ke yayasan Islam untuk membantu pemberdayaan produsen Muslim.
 
Dalam pandangan Islam, infaq adalah sebuah amal ibadah berupa mengeluarkan sejumlah uang untuk membantu mereka yang membutuhkan. Riel menyatakan, di zaman yang serba terkoneksi ini, menawarkan pilihan infaq dalam setiap transaksi yang dilakukan oleh konsumen akan menjadi nilai tambah, serta mempererat hubungan emosional konsumen dengan Muslimarket.com.
 
“Jadi kami bukan semata-mata portal untuk berbelanja, tapi juga untuk beribadah.”
 
“Infaq yang diberikan bisa berapa saja, mulai dari nominal Rp 10.000 hingga Rp 50.000, yang akan kami salurkan pada lembaga yang memiliki reputasi baik,” ujar Riel. Dua lembaga penyaluran yang dimaksud Riel adalah Badan Zakat Nasional (Baznas), dan Dompet Dhuafa.
 
Tawarkan hewan kurban

Muslimarket.com tawarkan konsep berbeda

Kerjasama dengan Baznas dan Dompet Dhuafa dijalin bukan hanya terbatas pada pilihan dalam melakukan infaq saja. Muslimarket.com juga memanfaatkan momentum Idul Adha yang akan dirayakan oleh seluruh umat Islam di Indonesia dalam hitungan hari, dengan menawarkan produk hewan kurban.
 
“Kami bekerjasama dengan koperasi peternak kambing Muslim untuk membawa tradisi berkurban ke portal daring.
 
“Nantinya hewan kurban yang dibeli oleh konsumen akan disalurkan langsung ke Baznas dan Dompet Dhuafa, dan akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Riel sembari menekankan bahwa kerjasama dengan Baznas dan Dompet Dhuafa menjadi daya jual di tengah maraknya kasus penipuan penjualan hewan kurban daring.
 
Meski Baznas dan Dompet Dhuafa juga memiliki saluran dalam menampung sumbangan masyarakat untuk hewan kurban, Riel menyatakan kerjasama dengan Muslimarket.com menjadi nilai tambah dan membantu banyaknya sumbangan yang masuk kedua lembaga penyalur infak tersebut.
 
Menurutnya tersedianya hewan kurban di portal e-commerce ini akan berlanjut menjadi rutinitas menjelang hari raya Idul Adha. Selain itu, ketersediaan hewan kambing juga akan berlanjut sepanjang tahun. Hal ini untuk melayani permintaan bagi tradisi aqiqah, tradisi pengurbanan hewan yang dilakukan setiap ada kelahiran bayi.
 
Meski demikian, saat ini mayoritas produk yang dipasarkan melalui portal belanja Muslim ini masih berada di kategori fashion, seperti portal-portal belanja tanah air pada umumnya.
 
Sebagaimana data yang diungkapkan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menyatakan bahwa 78 persen dari mereka yang berbelanja daring  cenderung mencari produk fashion. Sisanya  belanja ponsel pintar atau tablet, serta beragam alat elektronik, masing-masing sebesar 46 dan 43 persen.
 
“Kami menyadari bahwa portal-portal e-commerce yang ada, kontribusi penjualan terbesar masih datang dari fashion, di kami pun 60 persen produk masih masuk dalam kategori fashion,” ujar Riel.
 
Sejak di launching pada Juni lalu, Muslimarket.com sudah memiliki lebih dari 100 mitra, dengan hampir 4.000 produk terpajang di etalase daringnya. Meski mayoritas masih bergantung pada produk fashion, namun Riel berjanji akan melebarkan portofolio  produknya berupa produk ibadah, produk kurban, perlengkapan interior rumah, dan juga menyediakan paket umrah serta haji.
 
“Target kami menyediakan segala produk maupun layanan yang bersentuhan denganmasyarakat Muslim, tahun depan Muslimarket.com sudah harus diakui sebagai portal belanja muslim terbesar di Indonesia,” jelas Riel.
 
Ambisi jadi ‘Alibaba’ Syariah Indonesia

Muslimarket.com tawarkan konsep berbeda

Potensi pasar e-commerce di Indonesia, menurut Riel, begitu besar, ini membuka kesempatan besar bagi pemain-pemain baru yang ingin ikutserta, namun disaat yang bersamaan juga memberikan tekanan kompetisi yang lebih besar.
 
Namu ia optimis, Muslimarket.com bukan hanya akanmenjaditop of mind portal belanja Muslim di Indonesia, tetapi juga bisa menjangkau pasar internasional dengan populasi komunitas Muslim yang besar.
 
“Dalam tiga tahun  kedepan kami targetkan bisa menjangkau Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Kami juga sudah mulai membangun kontak dengan Turki dan Inggris London, dua negara dengan populasi Muslim yang besar di dunia,” terang Riel.
 
Langkah untuk go internasional akan segera dijalankan saat Muslimarket sudah memiliki kematangan merek di Indonesia. Prioritas  saat ini adalah untuk meraih sebesar-besarnya pasar Indonesia, katanya.
 
Sejak soft launching, meskipun Muslimarket.com belum melakukan promosi gencar melalui media massa seperti televisi dan surat kabar, namun respon masyarakat terus meningkat. Hal ini terlihat dari terus meningkatnya traffic transaksi yang diterima portal ini.
 
“Hingga saat ini kami mendapatkan sekitar 50 hingga 100 transaksi yang per harinya, dan kami harapkan di akhir tahun  angka ini bisa menembus 1.000 transaksi per hari,” ujar Riel.
 
Tujuan Muslimarket.com, menurut Riel, pada akhirnya ingin menjadi portal belanja Muslim internasional. Saat ini sudah ada beberapa calon mitra potensial dari Eropa yang sudah mulai tertarik bergabung dengan Muslimarket.com, namun untuk tahun ini hingga tahun depan, Riel mengaku akan fokus membangun pondasi pasar yang kuat di Indonesia terlebih dahulu.
 
Artikel Terkait:
 
A dad, a daughter and an app
 
Star’s Fund finalist LagiSatu to tap into halal travel market
 
Jakim and DagangHalal launch halal-verified engine, powered by Microsoft
 
eFishery dapat dana investasi pra-Seri A dari Aqua-spark dan Ideosource
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019