Raih investasi Rp300 miliar, Bhinneka.com targetkan GMV Rp10 triliun

  • Pasar ritel online mencapai 5% dari total ritel, 4-5 tahun ke depan
  • Investasi untuk perluas portofolio produk, Bhinneka.com ingin IPO
Raih investasi Rp300 miliar, Bhinneka.com targetkan GMV Rp10 triliun

 
SAAT Internet belum begitu melekat dengan keseharian, bahkan saat terminologi e-commerce belum populer, Hendrik Tio sudah mengibarkan bendera PT Bhinneka Mentari Dimensi yang  menahkodai situs e-commerce Bhinneka.com sejak tahun 1999. Dia menduduki puncak pimpinan tertinggi atau CEO.
 
Selama 16 tahun berkecimpung di dunia e-commerce, Hendrik menyatakan antusiasmenya melihat e-commerce Indonesia yang berpotensi tumbuh hingga 5 persen dari total pasar ritel dalam kurun waktu 4 hingga 5 tahun mendatang.
 
“Jika di Tiongkok pasar ritel daring sudah mencapai delapan hingga sembilan persen, saya percaya Indonesia juga bisa mencapai angka itu, namun perlu waktu yang lebih lama,” kata dia pada Digital News Asia (DNA) melalui surat elektronik, 11 November.
 
“Untuk jangka menengah empat hingga lima tahun mendatang, saya akan sangat antusias melihat kemungkinan pasar ritel daring bisa mencapai 5 persen, saat ini baru sekitar 1 persen saja,” sambung Hendrik.
 
Siap merangkul potensi pertumbuhan pasar e-commerce, Bhinneka.com pun menyiapkan diri untuk meningkatkan kegiatan pemasaran, serta menambah portfolio produk, dan akan menggunakan dana segar sebesar Rp 300 miliar (US$ 22 juta) yang baru saja dikantongi dari firma modal ventura Ideosource.
 
Raih investasi Rp300 miliar, Bhinneka.com targetkan GMV Rp10 triliun“Jelas perusahaan akan ekspansi, terutama menyediakan lebih banyak produk diluar portofolio 3C yang telah tersedia saat ini,” kata Hendrik (gambar) tanpa menyebutkan jenis produk baru yang akan meramaikan Bhinneka.com.
 
Yang lebih penting lagi, dengan investasi yang baru saja didapatkan ini, akan mampu mendorong perusahaan lebih dekat pada tujuan utamanya, yakni menjadi perusahaan e-commerce pertama yang melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).
 
“IPO membutuhkan persiapan, seperti penentuan waktu yang tepat untuk memberikan basis harga saham awal yang baik,” katanya.
 
Selain itu, Hendrik menargetkan  perusahaannya  dapat mencapai gross merchandising value (GMV) sebesar Rp10 triliun (sekitar US$735 juta) sebelum IPO berlangsung. Target tersebut, bisa tercapai dalam beberapa tahun ke depan.
 
Sebelumnya pada Maret lalu, harian ekonomi dan bisnis lokal, Kontan.co.id melaporkan bahwa Bhinneka.com telah membukukan GMV sebesar Rp600 miliar (US$44,1 juta) pada 2014.
 
“Hendrik menargetkan GMV sebesar Rp1 triliun (sekitar US$73,5 juta) hingga penghujung tahun 2015, atau tumbuh 66,67 persen dari GMV tahun sebelumnya,” demikian yang ditulis Kontan.co.id.
 
Jika GMV Bhinneka.com tumbuh dengan rata-rata 60 persen per tahun, maka jika dikalkuasikan, target GMV sebesar Rp10 triliun (sekitar US$735juta) bisa tercapai dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.
 
Investasi terbesar dari Ideosource
 
Raih investasi Rp300 miliar, Bhinneka.com targetkan GMV Rp10 triliunMenurut co-founder dan managing partner Ideosource Andi S. Boediman (gambar), kucuran dana sebesar Rp300 miliar (US$22 juta) yang diberikan untuk Bhinneka.com adalah investasi terbesar yang pernah dilakukan oleh Ideosource.
 
Kekuatan Bhinneka.com dalam integrasi O2O terutama di lini produk 3C (computer/ IT, communication technology, dan consumer electronics) menjadi alasan utama dibalik investasi besar tersebut.
 
Dijelaskan Andi,  di sela-sela konferensi Tech in Asia Jakarta, pada 11 November lalu, Bhinneka.com sudah cukup lama berada di industri e-commerce, sehingga terbukti ketahanannya melalui krisis moneter dan finansial yang terjadi pada tahun 1999 dan 2008.
 
Dengan adanya  investasi ini, pihak Ideosource yang diwakili oleh Andi dan managing partner Edward Ismawan akan menduduki posisi pimpinan eksekutif bidang pemasaran dan pengembangan bisnis di Bhinneka.com.
 
Selain itu, investasi ini juga membawa masuk para eksekutif senior di industri ritel serta teknologi informasi dan komunikasi Indonesia seperti mantan presiden direktur IBM Indonesia Betti Alisjahbana, mantan direktur ritel MAP Indonesia Christian Van Schoote, serta mantan senior marketing produk Microsoft Heriyadi Janwar.
 
Bagi Hendrik, keahlian dari sisi sumber daya manusia serta akses terhadap teknologi yang dibawa oleh Ideosource, akan menjadi nilai tambah yang sangat bermanfaat untuk kemajuan bisnis Bhinneka.com ke depan.
 
Tantangan pasar luring

Raih investasi Rp300 miliar, Bhinneka.com targetkan GMV Rp10 triliun

Meski saat ini pendapatan Bhinneka.com dari pasar daring (online) hanya sedikit lebih besar dari pasar luringnya, namun Hendrik melihat masa depan Bhinneka.com jelas ada di pasar daring.
 
“Bisnis daring dapat menjangkau lebih banyak konsumen, lebih nyaman dan efisien, bahkan lebih murah juga. Ke depan jelas pasar daring akan menjadi pendorong pendapatan utama,” ujarnya optimis.
 
Tantangan utama bagi Hendrik ketika pasar daring dan e-commerce maju sebagai lini bisnis utama, terletak pada tingkat kepercayaan masyarakat, terutama terkait pembayaran.
 
Saat ini, masyarakat masih banyak yang belum memiliki akun di bank, dan banyak juga yang tidak percaya pada sistem pembayaran, sehingga layanan pembayaran cash on delivery (COD) masih menjadi pilihan utama.
 
Selain pembayaran, masalah infrastruktur koneksi internet yang cenderung lamban dan tidak merata di Indonesia juga menjadi tantangan yang perlu diatasi agar e-commerce dapat berkembang dengan baik.
 
“Terakhir adalah masalah distribusi dan logistik. Biaya pengiriman barang di Indonesia masih cenderung mahal terutama di wilayah Indonesia Timur, sehingga masih banyak masyarakat di sana yang belum bisa menikmati sensasi berbelanja daring,” tambah Hendrik.
 
Karena masih adanya tantangan yang perlu dihadapi oleh perdagangan daring atau e-commerce, maka Bhinneka.com menerapkan strategi khusus, dengan tetap menghadirkan toko fisik untuk melengkapi pasar daring.

Saat ini Bhinneka.com memiliki kantor di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Bandung. Ke depannya Hendrik akan menambah kantor fisik, terutama di wilayah Jawa.
 
Artikel Terkait:
 
Ritel offline di Indonesia akan kalah pamor dengan portal belanja daring
 
Tahun 2020, transaksi e-commerce Indonesia capao US$130 miliar
 
eFishery dapat dana investasi pra-Seri A dari Aqua-spark dan Ideosource

IMJ out to tap startup ecosystem surge in South-East Asia
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019