Perkuat keamanan data, cara BlackBerry bertahan

  • BlackBerry sasar segmentasi pasar korporasi dan kalangan pemerintahan
  • Perkuat porfolio dalam hal keamanan data dengan sejumlah akuisisi perusahaan
Perkuat keamanan data, cara BlackBerry bertahan

PERTUMBUHAN ponsel pintar di tanah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, saban tahunnya. Tak heran, bila Ericsson Mobility memprediksi  pada tahun 2019 Indonesia akan masuk dalam tiga besar negara dengan pelanggan terbanyak di Asia Pasifik.
 
Sayangnya,  penetrasi pangsa pasar ponsel pintar, terutama  untuk segmen konsumer justru tidak dirasakan BlackBerry.
 
Data yang dirilis IDC menunjukkan  sepanjang tahun 2015 pengapalan ponsel BlackBerry mengalami penurunan menjadi 0,3 persen dari sebelumnya sebesar 0,5 persen untuk periode yang sama tahun 2014.
 
Tak ingin berlarut-larut, BlackBerry Indonesia berbenah diri. Strategi bisnis diterapkan dengan kembali menyasar segmen korporat dan mengurangi fokus di segmen konsumer.
 
Yang ditonjolkan di sini, BlackBerry mengusung  keamanan data yang merupakan kunci utama penentu keberlangsungan bisnis. Ini berbeda dengan ponsel yang dilempar ke segmen consumer.
 
Managing director BlackBerry Indonesia Sofran Irchamni (gambar di atas) menyebut, kalangan korporasi  kini menjadi pasar utama bagi perusahaan. Hal ini sebagai jawaban atas pertanyaan banyak pihak mengenai fokus bisnis BlackBerry yang sejak 1,5 hingga 2 tahun terakhir berfokus pada segmen korporasi.
 
Bukan hanya kalangan korporasi, skema bisnis BlackBerry di Indonesia juga akan menyasar kalangan pemerintah. Faktor keamanan disebut Sofran, menjadi pertimbangan utama mengapa perangkat besutan BlackBerry masih dipilih oleh kalangan yang mementingkan sensitifitas data.
 
“Kalangan korporasi kian sadar jika perangkat mobile memiliki kelemahan terutama pada aspek keamanan data, terlebih itu data sensitif perusahaan,” ucap Sofran di Jakarta, 21 Oktober 2015.
 
Menurutnya, semakin canggih satu ponsel pintar yang memiliki kemampuan menyamai notebook tentu memiliki kemampuan komputing yang sensitif dan bisa melakukan hal-hal positif, maupun negatif.
 
Sayangnya kesadaran pemerintah Indonesia dalam memproteksi data belum setinggi yang terjadi di negara lain. Di Indonesia, menurut Sofran, tingkat kesadaran korporasi terhadap proteksi sensitifitas data perusahaan masih sangat rendah.
 
“Fakta di lapangan saat ini, masih sedikit perusahaan di Indonesia yang peduli tentang masalah keamanan data di smartphone. Kalau pun ada, solusi keamanan data hanya dipakai oleh lembaga keamanan dan penyedia keuangan,” ungkapnya.
 
Senior country product manager BlackBerry Indonesia Ardho Fadilah (gambar di bawah) mengatakan, seharusnya pemerintah Indonesia belajar dari pengalaman kanselir Jerman mengenai isu security.
 
“Kanselir Jerman sudah sadar dengan risiko keamanan data, untuk itu mereka menggunakan solusi keamanan dari sisi percakapan suara Secure smart,” kata Ardho.

Perkuat keamanan data, cara BlackBerry bertahan

Perlengkap portofolio keamanan data
 
Sekadar catatan, selain BlackBerry, Samsung juga memiliki Knox sebagai solusi keamanan data pengguna. Namun BlackBerry optimis, bakal memenangkan persaingan.
 
Pasalnya, sepanjang tahun 2015 BlackBerry telah melakukan sejumlah akuisisi  terhadap sejumlah perusahaan pembesut software keamanan mobile, yang akan memperkuat portofolio BlackBerry dalam hal keamanan data.
 
Langkah akuisisi itu, sebagai bentuk keseriusan BlackBerry dalam memberikan solusi keamanan data pelanggan.  Adapun perusahaan yang diakuisisi BlackBerry, antara lain Movirtu, AtHoc, Secure Smart, WatchDox dan Good Technology.
 
Akuisisi terhadap Good Technology sejalan dengan strategi BlackBerry dalam menawarkan solusi end-to-end untuk semua platform.
 
Dengan akuisisi ini rencananya BlackBerry akan memperluas kemampuan dalam menawarkan mobilitas yang aman dan terpadu bukan hanya di perangkat besutan mereka, tetapi juga di sistem operasi Android dan iOS.
 
BlackBerry mengaku antusias dengan proses akuisisi Good Technology yang menelan dana senilai US$425 juta dan direncanakan akan rampung pada Maret 2016. Good technology merupakan perusahaan yang selama ini dikenal sebagai kompetitor BlackBerry di area bisnis enterprise, khususnya untuk pengguna Apple.
 
“Dengan akuisisi ini, kedepannya akan ada integrasi antara Good tech dengan BES12 untuk memperluas kapabilitas BlackBerry untuk memperluas dan menjangkau semua segmen pasar terutama Apple,” ucap Sofran.
 
Ketersediaan layanan BES12 di perangkat Apple dan Android, dikatakan Sofran, karena BlackBerry sudah mendapat keyakinan jika kedua platform tersebut menjamin keamanan data pengguna.
 
Untuk meningkatkan kesadaran mengenai keamanan data bagi kalangan korporat di Indonesia, mantan petinggi Hewlett-Packard (HP) Indonesia ini merasa perlu adanya edukasi untuk hal tersebut.
 
“Perlu ada kesadaran dari pemerintah untuk urusan keamanan data, lebih penting jika kita berkaca pada kesuksesan negara maju dalam memproteksi data-data penting. Kami memastikan akan suportif dengan aturan pemerintah terkait keamanan data, jadi kalau pemerintah memerlukan data pengguna untuk kepentingan tertentu pasti akan kami kasih,” katanya.
 
Selain Good Technology, tahun ini BlackBerry juga melakukan aksi akuisisi terhadap Movirtu yang merupakan software penyedia solusi identitas virtual untuk perangkat mobile, yang memungkinkan lebih dari satu nomor aktif hanya melalui satu perangkat.
 
Dengan solusi ini, karyawan bisa beralih dari nomor pribadi dan bisnis dan penagihan terpisah untuk layanan suara, data menggunakan pesan pada setiap nomor penagihan yang berbeda.
 
Sementara Secure smart sendiri merupakan layanan penyedia jasa keamanan di bidang percakapan suara asal Jerman.
 
Akan halnya, WatchDox merupakan software yang menawarkan kemampuan memindahkan file secara bersamaan di perangkat mobile dan desktop untuk memudahkan organisasi dan kontrol saat mengedit, menyalin, mencetak hingga meneruskan kembali pesan yang diterima, sampai membatasi pesan yang diterima sehingga tidak bisa dikirim ke calon penerima berikutnya.
 
Solusi keamanan yang ditawarkan AtHoc merupakan piranti lunak yang memungkinkan pengguna, perangkat, dan organisasi bertukar inormasi penting secara realtime. Meski berfokus pada kalangan korporasi, namun perusahaan asal Kanada ini memastikan masih tetap menjadi produsen untuk ponsel segmen menengah ke atas.
 
Jelang akhir tahun BlackBerry secara resmi memboyong dua perangkat untuk segmen premium dan satu ponsel segmen menengah.
 
BlackBerry Porsche P’9983 dan BlackBerry Pasport Silver Edition disebut masih dicari pasar terutama untuk segmen tertentu. Banderol harga yang terasa tidak masuk akal justru menjadikan kedua perangkat ini unik karena memiliki pasar spesifik yang dengan positioning ekonomi atas.
 
“Memang pangsa pasar kami tidak besar, karena fokus ponsel pintar kami juga tidak besar untuk kalangan konsumer hanya di segmen menengah atas dengan kompetitor utama Apple dan Samsung Galaxy,” kata Sofran.

Perkuat keamanan data, cara BlackBerry bertahan

Artikel Terkait:
 
BES12 the future of BlackBerry
 
SEA smartphone sales exceed US$16.4bil in past 12mths: GfK
 
BlackBerry expects and AtHoc boosts to its turnaround
 
BlackBerry doubles down on security and privacy
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019