Mantan direktur AirAsia Indonesia kini pimpin GrabTaxi Indonesia

  • Ridzki berpengalaman selama 20 tahun di berbagai perusahaan multinasional
  • Perannya memimpin ekspansi GrabTaxi dan mengawasi program-program lokal
Mantan direktur AirAsia Indonesia kini pimpin GrabTaxi Indonesia
 
To read a different version of this story in English, click here.
 
SETELAH beroperasi selama hampir dua tahun, GrabTaxi secara resmi menunjuk Ridzki Kramadibrata (gambar di atas) sebagai managing director untuk area operasional di Indonesia. Ridzki akan menakhodai GrabTaxi mulai Januari 2016.
 
Ridzki akan memimpin ekspansi GrabTaxi di Indonesia dan mengawasi program-program lokal untuk semua pemangku kepentingan.
 
Meski belum memiliki pengalaman di industri startup, namun pengalamannya selama 20 tahun di berbagai perusahaan multinasional di Indonesia dirasa tepat.
 
Ridzki akan bertanggungjawab dalam memberikan arahan strategis dan pemahaman bisnis untuk mendorong pertumbuhan GrabTaxi di tanah air.
 
“Saat ini kami merasa perlu untuk memperbaiki banyak hal, terutama dari sisi kostumer. Untuk itu perlu ada orang yang berpengalaman dalam mengurus ekspansi ini semua,” kata head of country marketing manager Kiki Rizki kepada DNA melalui sambungan telepon.
 
Lebih lanjut Kiki menyebut saat ini peluang bisnis GrabTaxi di Indonesia semakin besar sehingga perlu pimpinan yang secara strategis mengurus semua hal baik dari sisi operasional maupun teknis.
 
“GrabTaxi di Indonesia masih dalam fase pertumbuhan, minimal kuartal ini kami akan melakukan banyak langkah strategis dan ekspansi layanan dan jangkauan,” ungkapnya tanpa merinci layanan apa dan kota mana saja yang dimaksud.
 
Sebelum memimpin operasional GrabTaxi Indonesia, Ridzki sudah bergabung dengan perusahaan maskapai penerbangan AirAsia dengan jabatan terakhir sebagai regional director untuk AirAsia Group.
 
Sebelumnya di perusahaan maskapai asal Malaysia tersebut, ia pernah menjabat sebagai direktur dan COO untuk area operasional Indonesia.
 
Selain berkiprah di industri penerbangan, Ridzi juga pernah terjun di industri telekomunikasi tanah air. Ia sempat bergabung dengan dua perusahaan penyedia telekomunikasi berbasis CDMA yakni Bakrie Telecom dan Smart Telecom.
 
Selama empat tahun di Bakrie Telecom (Esia) ia  menduduki sejumlah posisi antara lain sebagai executive vice president marketing, product & CRM dan vice president sales support & strategy.
 
Selain di Bakrie, Ridzki juga pernah bergabung dengan Smart Telecom (Smartfren) sebagai vice president product management.
 
Sebelum ditunjuk, Ridzki bukan satu-satunya kandidat yang dipertimbangkan untuk menakhodai GrabTaxi Indonesia.Pengalaman serta sepak terjanganya memimpin operasional sejumlah perusahaan multinasional menjadi salah satu pertimbangan GrabTaxi untuk memilih dia.
 
“Setahu saya ada beberapa kandidat untuk posisi managing director, tapi tentu kami ingin yang terbaik karena ada beberapa langkah strategis yang akan direalisasi tahun ini,” imbuh Kiki.
 
Mantan direktur AirAsia Indonesia kini pimpin GrabTaxi IndonesiaBerbekal pengalaman yang dimiliki, Ridzki dianggap mampu membawa pengembangan bisnis GrabTaxi di Indonesia. Seperti layanan GrabTaxi di Indonesia yang saat ini sudah tersedia di Jakarta, Surabaya, Bandung, Denpasar, dan Padang.
 
“2015 merupakan tahun yang sangat baik untuk kami di Indonesia. Kami telah dapat mengembangkan lansekap transportasi di Indonesia dengan  diluncurkannya layanan GrabBike, GrabCar dan GrabExpress untuk melengkapi layanan taksi kami.
 
“Kami percaya di bawah pimpinan Ridzki, kami akan dapat mencapai tingkatan yang lebih tinggi dan memungkinkan ntuk mewujudkan misi menghadirkan layanan transportasi yang aman, dapat diandalkan, dan bisa diakses semua orang di Asia Tenggara,” ujar co-founder dan CEO GrabTaxi Anthony Tan (gambar) dalam keterangan resmi.
 
Ridzki adalah lulusan dari State University of New York untuk kelas Master Administrasi dan Bisnis. Sebelumnya ia juga lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Bandung di bidang Manajemen.
 
Saat ini layanan GrabTaxi telah tersedia di Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Singapura, dan Indonesia. Layanan solusi transportasi penyedia taksi, mobil pribadi, dan motor telah mencakup 28 kota di keenam negara di Asia Tenggara.
 
Artikel Terkait:
 
Jakarta bentuk Satgas khusus untuk awasi Uber … dan GrabCar
 
GrabTaxi CTO Wei Zhu quits after a year
 
Week in Review: GrabTaxi has left the SEA ecosystem

 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 
 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019