Giliran Jakarta, XL resmi pasarkan layanan 4G LTE

  • Jakarta menjadi kota terakhir bagi komersialisasi jaringan
  • Akhir tahun targetkan 35 kota yang mengakomodir jaringan
Giliran Jakarta, XL resmi pasarkan layanan 4G LTE

 
AKHIRYA, PT XL Axiata Tbk (XL) secara resmi mengkomersialkan layanan 4G LTE (Fourth Generation/ Long-Term Evolution) secara nasional, termasuk untuk wilayah DKI Jakarta.
 
Hal ini dilakukan anak usaha Axiata Bhd itu, seiring dengan rampungnya proses penataan ulang frekuensi 1800MHz secara nasional.
 
Jakarta menjadi kota keenam yang menyediakan akses data 4G setelah Bogor, Medan, Yogyakarta, Lombok, Bali, Surabaya, dan Bandung. Dan, nantinya menyusul kota-kota lain, sehingga pada akhir November ini, akan ada 11 kota di Indonesia yang menyediakan akses 4G LTE.
 
Kesebelas kota yang dimaksud antara lain Pekanbaru, Batam, Palembang, Purwakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Pacitan, Madura, Banjarmasin, dan Manado.  Jumlah kota akan terus bertambah menjadi 16 kota yang akan menyediakan akses XL 4G LTE; akhir tahun nanti, targetnya mencapai 35 kota di Indonesia.
 
Tak hanya di Jakarta, 4G LTE dari XL juga akan menjangkau wilayah sekitarnya, seperti Depok, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Cikarang, Cibinong, Dramaga – Bogor, Puncak – Cisarua, Karawaci dan Cikupa.
 
“Tahun depan kami akan perluas layanan LTE, namun hingga akhir tahun ini ditargetkan total akan ada 35 kota yang telah terlayani akses internet 4G yang ditunjang 3.000 BTS (Base Tranceiver Station),” kata presiden direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini disela-sela acara konferensi media di Jakarta, 17 November 2015.
 
XL mengakui, proses modernisasi frekuensi 1800MHz di Jakarta bukan tanpa kendala. Menurut VP 4G LTE PT XL Axiata Pantro Pander Silitonga (gambar di bawah), dibandingkan kota lainnya selama proses modernisasi, Jakarta merupakan kota dengan tantangan yang cukup kompleks.

 
Giliran Jakarta, XL resmi pasarkan layanan 4G LTE

 
“Kondisi kepadatan komunikasi di Jakarta saat siang dan malam hari beda, salah satu yang paling crowded ada di area Kelapa Gading. Kendala selama proses modernisasi sebenarnya beragam, ada spot-spot kecil sehingga susah mencari site untuk melakukan penataan frekuensi,” kata Pantro.
 
Menurut Pantro, masing-masing operator menggunakan metode penataan ulang frekuensi yang berbeda-beda. Salah satu tantangan terbesar yang dimaksud yakni adanya keterbatasan waktu.
 
Meski demikian, operator dituntut harus tetap menjaga kualitas layanan selama proses penataan ulang.
 
Penetrasi adopsi 4G
 
Akses layanan Internet 4G yang diklaim XL mampu menembus kecepatan 23.14Mbps, disebut Dian, akan membuat konsumsi data pelanggan semakin besar.
 
Tentu saja, ini akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan perusahaan yang diperoleh dari kapasitas penggunaan akses data pelanggan.
 
Menurut Dian, pertumbuhan ekosistem 4G diprediksi akan lebih cepat dibandingkan saat tren adopsi 3G.
 
“Konsumsi akses data pelanggan saat migrasi ke 4G akan meningkat hingga 2,5 kali lipat dibanding saat menggunakan 3G.
 
“Pokoknya, kalau sudah pakai 4G nggak akan mau balik lagi ke 3G karena kualitas aksesnya jauh lebih baik,” ungkapnya.
 
“Ekosistem 3G membutuhkan waktu 10 tahun untuk bisa sampai jumlah 20 persen dari total 46,8 juta pelanggan XL. Kami sendiri memprediksi pertumbuhan ekosistem 4G hanya butuh waktu 3 tahun karena banyak yang langsung lompat (mengadopsi jaringan 4G),” sambung Dian.
 
Saat melakukan komersial jaringan 4G di Lombok pada Juni lalu, operator yang identik dengan warna biru ini menargetkan bisa mengantongi 3 juta pelanggan. Namun, setelah tersedia di 11 kota, Dian mengaku saat ini telah melampaui target tersebut.
 
“Memang sejauh ini sudah ada  3 juta pelanggan yang mengganti uSIM, tapi yang benar-benar menggunakan jaringan 4G jumlahnya masih di bawah 1 juta,” akunya.
 
Penggunaan frekuensi 1800MHz sebagai standar dunia dianggap sebagai solusi yang ideal untuk pertumbuhan industri telematika ke depannya. Sejalan dengan itu,  sejumlah kota yang masih menggunakan frekuensi 900MHz untuk layanan 4G dipastikan juga akan turut bermigrasi ke 1800MHz.
 
“Medan, Jogja, dan Bogor dalam waktu dekat jaringan 4G akan dipindah dari frekuensi 900MHz ke 1800MHz,” tambah Dian.
 
Membangun ekosistem dengan beragam layanan
 

Giliran Jakarta, XL resmi pasarkan layanan 4G LTE

 
Untuk meningkatkan adopsi teknologi Long-Term Evolution diperlukan beberapa pendukung. Salah satunya adalah edukasi pelanggan mengenai manfaat 4G.
 
Disamping itu, ekosistem pendukung juga diharapkan terus dibangun sehingga percepatan adopsi 4G bisa terwujud sesuai yang ditargetkan.
 
Untuk mengakomodir pengguna jaringan 4G, XL menggunakan pita spectrum selebar 10-15MHz dari total 25MHz yang sudah dimilikinya.
 
“Sejauh ini memang belum urgent untuk menggunakan semua pita spektrum kami, tapi untuk membangun ekosistem ke depannya kami sudah membicarakan dengan mitra-mitra penyedia jaringan seperti Ericsson dan Huawei,” ungkap Dian (gambar di atas).
 
Di tahap awal komersialisasi jaringan 4G di Jakarta, XL menyediakan 10 juta uSIM. Penggantian kartu sudah tersedia di seluruh outlet di Jabodetabek dan kota-kota lain penyedia 4G di seluruh Indonesia.
 
“Kami juga menghadirkan metode penggantian kartu secara mandiri di outlet tertentu. Kerjasama bundling dengan sejumlah produsen ponsel pintar juga sudah dilakukan.
 
“Sementara dari sisi ketersediaan paket internet, setiap paket hotrod sudah meng-cover jaringan 2G, 3G, dan 4G bahkan ada penawaran ekstra kuota hingga 10GB,” ucap Pantro.
 
Khusus untuk area Jabodetabek, jaringan 4G XL telah didukung tidak kurang dari 1.577 BTS 4G.
 
Secara bertahap, XL akan terus memperluas layanan 4G LTE di Jakarta dan sekitarnya dengan  menambah infrastruktur pendukungnya.
 
XL mentargetkan pada tahun 2016 hampir seluruh wilayah Jabodetabek sudah menyediakan layanan 4G LTE.
 
Artikel Terkait:
 
Nasib industri telekomunikasi di tengah anjloknya rupiah

Jaringan 4G LTE XL resmi sambangi Denpasar dan Surabaya

Hadapi era 4G LTE, siapkah ekosistem industri telekomunikasi Tanah Air?

Bandung resmi menyediakan jaringan 4G LTE XL
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019