Digitalisasi UKM melalui pemanfaatan aplikasi ponsel

  • Pendapatan dari sektor UKM hingga tahun ini mencapai Rp4 triliun
  • UKM berteknologi berpotensi besar mewujudkan digital ekonomi
Digitalisasi UKM melalui pemanfaatan aplikasi ponsel

 
PERTUMBUHAN ekonomi yang sempat mencapai 6,2 persen di tahun 2010 dan 2011 mengalami penurunan hingga menyentuh angka 5 persen di tahun 2014. Dan, tahun ini, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak jauh berbeda di banding tahun lalu, yakni berada di kisaran 4,7 hingga 5,1 persen, meski terjadi pelemahan ekonomi.
 
Menghadapi hal ini, sejumlah pelaku industri berharap pemerintah mencari sejumlah peluang dari sektor potensial. Sektor usaha kecil menengah di Indonesia lah yang dianggap sebagai salah satu yang paling potensial untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tanah air.
 
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki 57,89 unit usaha kecil dan menengah atau sekitar 99,99 persen dari total pelaku usaha nasional. Jumlah ini berpotensi besar untuk berkembang dengan dukungan teknologi dan digitalisasi terhadap bisnisnya.
 
“Hingga tahun 2014 total transaksi daring di tanah air mencapai US$12 miliar, tapi angka ini masih termasuk kecil bila dibandingkan Tiongkok yang mencapai US$430 miliar,” kata deputi bidang PJU kementerian koperasi dan UKM Emilia Suhaimi kepada media di Jakarta, 2 Desember 2015.
 
Indonesia dan Tiongkok merupakan dua negara APEC dengan kontribusi UKM terbesar terhadap perekonomian negara, sebesar 59 persen. Kontribusi lapangan pekerjaan yang didapatkan dari UKM di tanah air mencapai 92 persen dari total lapangan pekerjaan yang ada.
 
Untuk bisa bersaing di kelas dunia, UKM tanah air masih mengalami kendala utama berupa kesulitan memasarkan produk dan memastikan daya tarik produk yang sesuai pasar. Disinilah peran teknologi dalam mendukung UKM agar mampu berkompetisi di pasar dunia.
 
Sinergi teknologi dan UKM, menurut Emilia, mampu meningkatkan daya saing dalam menghadapi era masyarakat ekonomi Asean (MEA). Digitalisasi UKM memungkinkan pebisnis tidak perlu memiliki modal besar untuk memulai usaha.
 
“UKM berpontesi menjadi penopang ekonomi dan bisa memajukan negara lewat pemaksimalan digital ekonomi, terlebih pendapatan dari sektor ini sebesar 50 persen dari total PDB (Pendapatan Domestik Bruto) atau setara dengan Rp4 triliun pada tahun ini,” kata presiden direktur PT XL Axiata Tbk (XL) Dian Siswarini.
 
Digitalisasi UKM dalam bentuk aplikasi
 

Digitalisasi UKM melalui pemanfaatan aplikasi ponsel

Sinergi antara perkembangan teknologi dan UKM dapat membuka kesempatan besar bagi pebisnis dalam memasarkan produk ke seluruh daerah di Indonesia. Dengan modal yang lebih kecil, pemanfaatan teknologi termasuk konektivitas 4G diprediksi mampu mempercepat digitalisasi UKM.
 
“Salah satu manfaat 4G memudahkan UKM menggunakan media foto dan video untuk promosi karena tidak ada lagi buffering sehingga lebih efektif,” ucap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di kesempatan yang sama.
 
Rudi menyebut, adopsi perangkat pintar di era 4G dapat mendongkrak pendapatan UKM. Bahkan dalam lima tahun kedepan, diperkirakan harga ponsel 4G di kisaran Rp500-600 ribu.
 
“Saya berharap akan semakin banyak aplikasi yang dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan UKM, baik dari dukungan operator maupun dari komunitas UKM itu sendiri,” tambahnya.
 
Pangsa pasar UKM yang memanfaatkan teknologi sejak tiga tahun terakhir mampu menggeser pola promosi konvensional secara door-to-door. Teknologi menjadikan produk-produk UKM memiliki posisi pasar tersendiri, mengingat para pebisnis ini juga sudah mulai ‘melek’ perkembangan digital.
 
Dengan merangkul UKM yang sudah mengerti perkembangan teknologi, maka kemampuan untuk mewujudkan digital ekonomi pun menjadi lebih mudah. Salah satunya melalui pengembangan platform yang memudahkan UKM untuk mengelola bisnis.
 
“Untuk tiga tahun kedepan, kami telah berinvestasi Rp500 miliar untuk mengembangkan solusi bagi UKM dalam mengelola urusan promosi hingga layanan purna jual yakni berupa layanan digital untuk ponsel pintar,” kata direktur digital service XL Ongki Kurniawan.
 
Menurut Ongki dengan platform digital yang bertajuk DigiBiz tersebut, memungkinkan pelaku usaha bisa memulai dan mengembangkan bisnisnya. Layanan berupa aplikasi untuk perangkat Android itu disebut-sebut mampu memberikan solusi produk yang relevan, solusi bisnis berupa promosi dan jaringan bisnis yang luas.
 
“Hingga akhir tahun 2016 diharapkan platform ini bisa menggaet setidaknya 20 ribu UKM. Untuk mencapai target itu kami telah merangkul kalangan perbankan, lembaga jasa keuangan dan komunitas UKM salah satunya Komunitas Tangan di Atas (TDA) yang memiliki 10 ribu anggota UKM,” pungkas Dian.
 
Artikel Terkait:
 
UKM Indonesia ‘Go Digital’
 
Menuju industri e-commerce Indonesia
 
Tahun 2020, transaksi e-commerce Indonesia mencapai US$130 miliar
 
Baidu rangkul startup lokal untuk perbesar pasar e-commerce
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019