Dell pastikan potensi PC masih besar dan belum tergantikan

  • Turun pada 2015, 2016 akan naik seiring update Win10
  • Mobile bukan saingan PC, inovasi adalah kunci utama
Dell pastikan potensi PC masih besar dan belum tergantikan

 
PENGAPALAN komputer pribadi atau personal computer (PC) selama 2015 mengalami penurunan sebesar 10,6 persen. Data ini berdasarkan hasil riset oleh International Data Corporation (IDC) seperti yang dimuat dalam laporan Worldwide Quarterly PC Tracker.
 
Penurunan ini mencatat rekor pertama kalinya pengapalan PC seluruh dunia berada di bawah angka 300 juta unit, atau tepatnya hanya 276,2 juta unit sejak tahun 2008.
 
Menurut IDC, untuk kawasan Asia Tenggara angka penurunan tersebut karena turunnya angka permintaan akibat fluktuasi mata uang serta kenaikan harga barang konsumen lainnya. Di sisi lain ketersediaan PC masih cukup banyak terutama di jalur distribusi.
 
Meski bisnis PC mengalami penurunan pada 2015 namun bagi Dell Inc, sebuah perusahaan teknologi komputer yang berbasis di Amerika Serikat, kondisi ini tidak akan berlangsung lama.
 
Tahun lalu situasi ekonomi dunia memang masih belum stabil dan itu berpengaruh terhadap bisnis secara keseluruhan.  Meski begitu Dell yakin kebutuhan PC dunia masih belum surut.
 
“Kita baru selesai menghadapi guncangan ekonomi dunia pada 2015. Tahun 2016 akan menjadi awal kebangkitan PC khususnya di kawasan Asia Tenggara,” papar vice president product marketing, Consumer PC Group, Ray Wah dalam wawancara eksklusif dengan Digital News Asia (DNA) di Jakarta, pada 19 Januari.
 
Ray yang berkantor di Taipei, Taiwan, melihat Asia Tenggara sebagai kawasan yang sangat potensial terbukti kawasan ini mampu bertahan dan bahkan bisa pulih dari pengaruh krisis ekonomi global.
 
Oleh sebab itu dia optimis jika bisnis PC Dell juga akan bangkit dan secara perlahan mampu menguasai pasar.
 
Saat ini, berdasarkan data IDC, Dell masih menduduki peringkat ketiga di pasar PC dunia dengan perolehan pangsa pasar sebesar 14,1 persen dibawah Hewlett-Packard  dan Lenovo yang masing-masing sebesar 19,4 persen, dan 20,7 persen.
 
Pada 2016 Dell melihat bisnis PC akan membaik seiring dengan permintaan konsumen untuk memperbarui PC mereka dengan sistem operasi Windows 10.
 
Menurut Ray, meski Windows 10 telah diluncurkan sejak awal semester dua 2015, namun banyak konsumen yang masih menunggu dan menunda untuk memperbarui PC mereka.
 
“Kami memastikan bahwa seluruh produk PC dari Dell sudah akan menggunakan Windows 10 untuk kenyamanan konsumen dan relevansi di pasar,” tambahnya.
 
Mobile bukan kompetisi
 
Dell pastikan potensi PC masih besar dan belum tergantikan Maraknya perkembangan telepon seluler khususnya dua tahun terakhir bukanlah ancaman bagi bisnis PC.
 
Menurut Ray (gambar), justru keberadaan telepon seluler harus dilihat sebagai pendukung dan pelengkap digital konsumen.
 
Peran PC harus bisa memberikan pengalaman unik yang tak ditemukan konsumen di layar mobile.
 
“Pada dasarnya konsumen membutuhkan tiga jenis layar dalam kehidupannya, pertama layar kecil yang diwakili oleh ponsel pintar, lalu layar PC, dan layar besar yang saat ini masih diwakili oleh televisi,” kata Ray.
 
Baginya tak ada alasan untuk berkompetisi melawan mobile, justru inovasilah yang harus ditingkatkan oleh para pemain PC agar membuka potensi pasar yang sebenarnya masih sangat besar, terutama di negara berkembang.
 
Ia mengklaim bahwa hingga saat ini, mobile belum bisa mengalahkan pengalaman lengkap yang diberikan oleh PC.
 
“Meski mobile banyak menarik pengguna internet, namun untuk pengalaman digital yang lebih lengkap, mereka akan mencari PC,” ujarnya.
 
Literasi PC untuk semua kalangan
 
Satu hal yang diakui penting oleh Ray adalah mengajak semakin banyak masyarakat untuk ‘melek’ PC atau disebutnya sebagai literasi PC.
 
Di negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Filipina, masih banyak masyarakat yang mengenal Internet dari mobile. Menurutnya disinilah  pentingnya peran vendor.
 
“Vendor seperti Dell harus mampu melihat potensi konsumen yang semakin hari semakin banyak bersentuhan dengan dunia digital.
 
“Bagaimana caranya agar mereka yang kini sudah menggunakan ponsel untuk terkoneksi, perlahan-lahan akan mengadopsi PC dalam melakukan kegiatan di dunia digital secara lebih lengkap,” ujarnya.
 
Ia menyatakan jika potensi mobile dilihat dari perspektif yang berbeda, justru akan memberikan peluang bagi produsen PC seperti Dell untuk meraih lebih banyak konsumen.
 
“Bagi Dell, untuk mendorong literasi PC bagi masyarakat di negara berkembang, perusahaan harus menyediakan ragam produk dengan harga terjangkau, namun memiliki fitur lengkap serta ramah pengguna,” tambahnya.
 
Jika produk yang seperti itu sudah tersedia, tugas selanjutnya adalah menggencarkan posisi dan promosi produk pada masyarakat.
 
Ia menambahka, untuk mengajak lebih banyak masyarakat menggunakan PC, maka fungsi dan arti memiliki PC menjadi penting.
 
“Saat ini kita diuntungkan dengan banyaknya konten-konten yang sudah dibuka untuk kawasan Asia Tenggara seperti Netflix.
 
“Semakin banyak konten yang tersedia di kawasan ini, semakin membantu meningkatkan arti PC bagi masyarakat, pengalaman menonton Netflix misalnya, akan semakin personal dan mobile disaat yang sama jika konsumen memiliki PC,” tambahnya.
 
Lini laptop baru untuk Indonesia
 

Dell pastikan potensi PC masih besar dan belum tergantikan

 
Dell akan mengawali perjalanan bisnisnya di Indonesia dengan peluncuran lini laptop konsumen dan komersial terbaru pagi ini di Jakarta.
 
Beberapa seri keluaran terbaru seperti Dell Inspiron, Dell XPS, Dell Latitude, Dell Precision dan Dell Optiplex akan diluncurkan dengan harapan bisa memberikan stimulus bagi pasar.
 
“Di Indonesia sendiri kami masih melihat dominasi pasar PC konsumen dibandingkan komersial, ini merupakan fenomena yang unik mengingat di negara lain di di pasar Asean, pasar komersial justru yang mendominasi,” ujar nya tanpa memberikan detil lanjut berapa presentase pasar PC konsumen dan komersial di Indonesia.
 
Ia juga menambahkan bahwa Dell masih akan meluncurkan berbagai seri PC di Indonesia untuk beberapa bulan ke depan.
 
“Meski pasar PC sedang mengalami kontraksi, namun Dell tidak akan menahan peluncuran produknya, justru sebaliknya, kami akan semakin banyak melakukan inovasi PC yang akan kami hadirkan di tahun ini,” tambahnya.
 
Artikel Terkait:
 
Resmi berbadan hukum, PT Dell Indonesia siap ekspansi
 
Dell's journey beyond the PC
 
AsiaPac PC shipments down 1.5% in Q4 2015: Gartner
 
Ode to the desktop, or why mobile-first sucks
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019