Resmi berbadan hukum, PT Dell Indonesia siap ekspansi

  • Meski bisa impor langsung, Dell tetap jangkau pelanggan melalui distributor
  • Menjadi satu-satunya vendor yang memiliki entitas legal di Indonesia
Resmi berbadan hukum, PT Dell Indonesia siap ekspansi

DUA tahun sejak re-privatisasi perusahaannya, semangat Dell, perusahaan penyedia komputer pribadi dan solusi end-to-end, dalam melanjutkan ekspansi investasi mereka, terutama di Indonesia masih terus membara.
 
Langkah terkini yang diambil perusahaan bentukan Michael Dell ini adalah memiliki entitas lokal Indonesia. Maka, “Sejak Juni 2015, Dell Indonesia resmi menjadi PT Dell Indonesia.
 
“Sekarang kami menjadi satu-satunya vendor yang berbadan hukum Indonesia,” klaim managing director PT Dell Indonesia Catherine Lian kepada Digital News Asia (DNA) di acara Dell User Forum (DUF) 2015 yang diselenggarakan pada 16-17 September 2015, di Jakarta.
 
Bagi Dell, dari seluruh negara di Asia Pasifik, menurut Catherine, Indonesia adalah negara yang paling menjanjikan dan paling cepat dalam adopsi teknologi.
 
“Karena itu kami memantapkan diri menawarkan produk terbaik yang sesuai dan relevan dengan tren teknologi saat ini;  yaitu big data, mobility, security, dan cloud,”  ungkapnya.
 
Entitas lokal, transaksi rupiah
 
Resmi berbadan hukum, PT Dell Indonesia siap ekspansi Menurut Catherine (gambar) langkah Dell menjadi entitas legal  sesuai dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan segala transaksi menggunakan Rupiah.
 
“Dengan resminya Dell berbadan hukum Indonesia, selain penting untuk ekspansi bisnis, kami juga ber memiliki kesempatan berkontribusi pada perekonomian di tanah air,” katanya.
 
“Kami sekarang bisa lebih banyak menarik pekerja Indonesia, dan membantu terlaksananya pembangunan infrastruktur informasi teknologi (IT). Selain itu, Dell juga  sudah melakukan pembelian produk  impor dengan menggunakan mata uang rupiah,” tambahnya.
 
Seperti diketahui, pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia pada 1 Juni lalu mengeluarkan peraturan mengenai kewajiban bertransaksi dengan mata uang rupiah di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang terus anjlok sejak 2014.
 
Peraturan tersebut mewajibkan semua transaksi bisnis yang dilakukan di Indonesia dan pencantuman harga barang dan/ atau jasa menggunakan rupiah. Artinya, dual quotation tidak diperbolehkan lagi.
 
Meski peraturan ini mengecualikan transaksi ekspor dan impor, tetap saja membuat korporasi harus mengatur ulang strategi administrasi mereka, karena pencantuman harga harus dalam rupiah.
 
“Sejak 1 Juni 2015, saat Dell sudah menjadi PT Dell Indonesia, pemerintah mewajibkan semua korporasi untuk bertransaksi dalam rupiah.
 
“Entitas legal menjadi solusi bagi kami karena Dell menerima barang impor dan harus mencantumkan segala transaksi dalam rupiah,” tambahnya.
 
Langkah yang tepat pada waktu yang tepat menjadi kunci Dell untuk maju hingga ke garda terdepan. Jelas hal ini akan lebih mudah bagi Dell di Indonesia untuk berekspansi dengan berbendera badan hukum lokal.
 
Ekspansi lebih mudah
 
Catherine, warga Negara Malaysia yang memimpin Dell di Indonesia sejak 2013 lalu ini bertekad untuk memperluas jangkauan perusahaan yang berbasis di Texas, Amerika Serikat itu.
 
“Menjadi PT Dell Indonesia, kami merekrut semakin banyak karyawan, terutama yang akan menjadi garda  terdepan  di daerah. Sekarang kami memiliki hampir 100 orang karyawan,” ujarnya.
 
Saat ini, Dell sedang  berekspansi melebarkan sayap bisnisnya ketujuh kota yakni: Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Balikpapan. “Lini bisnis kami sangat kuat untuk wilayah di luar Jakarta, dengan berbadan hukum Indonesia jelas memudahkan kami untuk menjangkau pasar potensial di kota-kota lain di Indonesia.”
 
“Kami harus lebih dekat, baik ke pemasok, pelanggan, maupun sumber daya manusia, untuk mendukung kelancaran dan efisiensi bisnis Dell di Asia Pasifik secara keseluruhan,” tambahnya terkait strategi ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia.
 
Selain memperluas jaringan distribusi dan usaha ke berbagai kota di Indonesia, PT Dell Indonesia juga akan gencar meluncurkan berbagai produk di segmen komersial maupun konsumen.
 
Jalur distribusi tetap sama
 
Meski sudah memiliki entitas legal, dan dapat melakukan impor barang secara langsung, distributor tetap menjadi jalur utama Dell berhubungan dengan konsumennya. “Tidak ada yang berubah. Produk kami sampai ke tangan konsumen di Indonesia tetap menggunakan jalur distribusi.”
 
“Sebagai catatan penting, Dell Indonesia mampu mengimpor langsung ke entitas kami sendiri, dalam rupiah, serta mendapatkan nomor importir yang legal,” katanya.
 
Saat ini di Indonesia, 65 persen pendapatan  bisnis Dell berasal dari segmen komersial, yang di dalamnya menyasar organisasi dan korporasi, termasuk wira usaha dan usaha kecil menengah.
 
Di segmen ini, Dell menawarkan beragam solusi mulai dari perangkat lunak, hingga ke sistem keamanan. Meski merek Dell sejak dulu terkenal sebagai pembuat  komputer pribadi, nyatanya lini bisnis solusi ini bertumbuh dengan baik di Indonesia.
 
“Segmen komersial kami menjadi penopang bisnis, sebesar 65 persen, dan  pertumbuhannya terus meningkat  pesat hingga dua digit setiap kuartal.
 
“Sisanya 35 persen,  berasal dari sisi konsumen,  seperti berbagai produk komputer pribadi dan tablet milik Dell, yang  pertumbuhannya juga cukup baik,” ujarnya.
 
Sasar pasar UKM dan teknologi baru
 
Resmi berbadan hukum, PT Dell Indonesia siap ekspansi Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia  memilki potensi pasar yang luar biasa. Apalagi berbagai usaha kecil menengah (UKM) tumbuh pesat di sini.
 
Waki Presiden Solusi  Enterprise Dell Asia Pasifik dan Jepang Peter Marrs (gambar), saat ditemui DNA pada hari pertama DUF 2015, menyatakan pasar UKM  menjadi salah satu yang ingin disasar secara lebih optimal lagi, baik di Asia Pasifik, maupun Indonesia.
 
“Di kawasan Asia Pasifik dan Jepang sekitar 10 sampai 15 persen dari pendapatan bisnis kami datang dari segmen UKM, pertumbuhannya tergantung masing-masing negara.
 
“Di Tiongkok misalnya, pertumbuhan  penjualan produk dan solusi untuk segmen ini luar biasa meningkat. Banyak e-commerce bermunculan yang membutuhkan solusi tingkat awal dari Dell,” kata Peter.
 
Menurutnya,  menyasar pasar UKM, perlu trik serta penyesuaian. Ia menambahkan, pasar UKM di Asia rata-rata membeli produk dan solusi dari distributor, oleh karena itu peran distributor di Asia menjadi sangat penting.
 
“Berbeda dengan pasar Amerika Serikat yang membeli langsung dari Dell, di Asia biasanya UKM membeli produk dan solusi melalui distributor. Mereka [konsumen UKM] membutuhkan bantuan di level lokal dalam pemasangan infrastruktur yang mereka beli, serta bantuan dalam pengaturan,” katanya.
 
Bukan hanya UKM saja yang menjadi incaran, Dell pun menyasar pasar perusahaan berbasis teknologi web yang sekarang banyak berdiri di Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini, membutuhkan solusi infrastruktur TI yang memadai untuk dikembangkan di kemudian hari.
 
Menjawab kebutuhan dan potensi pasar ini, Dell dalam DUF 2015 memperkenalkan produk baru Dell Enterprise Solution yang bertajuk Datacenter Scalable Solution (DSS).

Resmi berbadan hukum, PT Dell Indonesia siap ekspansi

“Dengan semakin banyaknya perusahaan berbasis teknologi web yang hadir di Indonesia, serta pelanggan dari sektor minyak dan gas, karena Indonesia  kembali  menjadi anggota OPEC, inilah  waktu yang tepat untuk memperkenalkan produk DSS,” kata Peter dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada 16 September.
 
Acara  Dell User Forum (DUF) 2015, dihadiri sebanyak 1.500 peserta dari  berbagai negara, antara lain, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Pakistan dan  Bangladesh. Acara ini diharapkan dapat memperkenalkan beragam produk Dell.  
 
Artikel Terkait:
 
Dell the man, on Dell the company
 
Channels and IoT key pieces in Dell’s Asia game-plan
 
For Dell, Asia is matter of priorities
 
Dell launches new line of business within enterprise unit
 
 
Untukmengakseslebihbanyakberita-beritateknologisertainformasiterkini, silahkanikuti kami di Twitter, LinkedIn or sukailaman kami di Facebook.

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019