OLX mulai tawarkan fitur berbayar

  • Diutamakan untuk pengguna Android
  • Dilengkapi fitur pendukung seperti chatting dan promosi on-site
OLX mulai tawarkan fitur berbayar

 
GELIAT transaksi belanja daring dalam setahun terakhir tumbuh seiring dengan meningkatnya pengakses Internet melalui perangkat mobile. Hingga saat ini, menurut laporan Redwing Asia, ekonomi Internet Indonesia baru berkontribusi sebesar 1,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) negara.
 
Hal ini sejalan dengan nilai kontribusi transaksi daring yang tercatat sebesar 1 persen dari PDB.  Namun Redwing Asia menyebut pasar e-commerce di Indonesia berpotensi mencapai nilai US$657 miliar atau sekitar Rp9.508 triliun pada tahun 2030, dengan pertumbuhan rata-rata 25 persen dalam 17 tahun mendatang.
 
Untuk mendorong pertumbuhan transaksi online di Indonesia, berbagai upaya dilakukan terutama oleh pegiat bisnis e-commerce seperti penyedia iklan baris daring.
 
PT Tokobagus (OLX) sebagai salah satu situs penyedia iklan baris mengklaim dalam sebulan di tahun 2015 telah memfasilitasi 1,4 juta transaksi dengan nilai sekitar Rp16 triliun.
 
Kebiasaan pengguna Internet yang bergeser selama 10 tahun terakhir disebut oleh CEO OLX Indonesia Daniel Tumiwa turut memengaruhi pertumbuhan situs iklan baris online.
 
“Pergeseran pengguna Internet dari sebelumnya melalui desktop ke perangkat mobile turut memengaruhi peta bisnis kami selama 10 tahun terakhir. Untuk itu tahun ini kami akan lebih memfokuskan layanan untuk pengguna mobile,” kata Daniel saat ditemui disela konferensi media di Jakarta, 26 Januari 2016.
 
Daniel memaparkan dalam sebulan sekitar 90 persen dari 3 miliar kunjungan per bulan diakses melalui perangkat mobile dan menghabiskan waktu 10 menit dalam satu kali kunjungan.
 
Jumlah ini tumbuh tujuh kali lipat dalam dua tahun terakhir yang sebelumnya masih didominasi oleh pengakses dari perangkat desktop.
 
Untuk mendukung pengguna perangkat mobile, Daniel memastikan dalam waktu dekat akan menyediakan pembaharuan aplikasi OLX.
 
Nantinya, aplikasi akan lebih lite dan dilengkapi sejumlah fitur pendukung seperti chatting antara penjual dan pembeli dan promosi on-site untuk setiap iklan yang berbayar.
 
Targetkan raih keuntungan dengan monetisasi bisnis
 

OLX mulai tawarkan fitur berbayar

 
OLX yang sebelumnya merupakan merger dua situs iklan baris Tokobagus.com dan Berniaga.com akan mulai melakukan monetisasi bisnis tahun ini.
 
Dengan menambahkan sejumlah fitur pendukung berbayar, pengguna yang sudah memasang iklan secara gratis kini bisa semakin cepat menjual barang bekas.
 
Beberapa fitur promosi dibanderol beragam mulai dari Rp5 ribu untuk penggunaan label kuning atau menaikkan posisi ke paling atas saat iklan baru tayang, Rp10 ribu untuk pemberian latar kuning sebagai pembeda dengan iklan lain selama sebulan, Rp25 ribu untuk menempatkan iklan di posisi paling atas selama seminggu, dan Rp50 ribu untuk penempatan iklan di kategori produk selama sepekan di posisi paling atas.
 
Chief marketing officer OLX Indonesia Andrew Kilian menyebut tahun ini menjadi langkah perdana perusahaan memonitasasi bisnis. Selain menawarkan fitur berbayar untuk setiap iklan yang dibuat, pengiklan juga bisa menggunakan berbagai metode pengisian saldo untuk digunakan membeli fitur berbayar.
 
“Masa bersaing di segmen iklan baris sudah kami lalui, rasanya satu dekade ini saat yang tepat untuk kami memungut bayaran untuk setiap pengiklan yang ingin iklannya selalu tampil di posisi teratas,”katanya.
 
Pria yang kerap disapa Kiki ini menambahkan, model bisnis tersebut berpotensi besar mendatangkan keuntungan. Mengingat, dalam studi internal yang dilakukan OLX didapati per menitnya ada lebih dari 100 juta iklan baru yang dibuat.
 
Menariknya ada lebih dari 4 juta iklan baru yang dibuat dalam sebulan dengan didominasi pengunggah yang menggunakan ponsel Android. Hal inilah yang menjadikan OLX akan lebih mengutamakan pengembangan fitur berbayar bukan untuk pengguna iOS.
 
“Kecepatan mobile tak dapat dipungkiri mengubah perilaku pengguna. Saat ini orang mengakses internet bukan lagi sekedar menghabiskan waktu, tapi sudah menjadi kebutuhan, bukan lagi untuk update sosial media tapi sudah ke ranah belanja kebutuhan,” ucap Kiki.
 
Dengan model bisnis ini Daniel mengklaim OLX akan menjadi e-commerce pertama di Indonesia yang mencatatkan keuntungan.
 
Lebih dianjurkan bertransaksi dengan CoD
 
OLX mulai tawarkan fitur berbayarSelain menyediakan fitur iklan berbayar, Daniel memastikan pihaknya akan tetap berupaya menciptakan transaksi ‘win-win’ antara pengiklan dan pencari barang. Untuk memfasilitasi pengiklan dalam mengakses fitur berbayar, OLX menyediakan solusi pembayaran melalui sistem daring, transfer ATM, dan menggunakan kartu kredit.
 
“Tak bisa dipungkiri untuk urusan jual beli barang bekas faktor kepercayaan memang yang paling utama. Kami mendorong dalam bertransaksi sebaiknya pembeli dan penjual ketemu, jadi CoD-an (cash on delivery) aja dibanding harus transfer,” ucapnya.
 
Sebenarnya, Daniel (gambar) menyebut saat ini OLX memiliki rekening bersama yang bisa dipakai untuk menjamin keamanan dalam bertransaksi. Namun fitur tersebt masih belum dihidupkan karena masih melihat sejauh mana kebutuhan penjual dan pembeli.
 
Dibandingkan metoed pembayaran lainnya, tak bisa dipungkiri jika CoD masih menjadi favorit di kalangan pembeli dan penjual. Mengetahui kondisi barang yang sebenarnya merupakan aspek penting saat melakukan transaksi.
 
Daniel menyebut salah satu tips penting bagi penjual saat memasarkan barangnya yakni mendeskripsikan dengan jelas dan jujur kondisi barang yang sebenarnya. Sementara dari sisi calon pembeli diharapkan teliti dan tidak sungkan menanyakan detil barang yang dilihat.
 
Untuk mengakomodir pembeli dan penjual yang ingin bertransaksi offline, OLX juga mulai memperkenalkan konsep Pasar OLX di daerah tertentu yang menawarkan barang bekas. Dengan mengusung konsep serupa iklan baris di ranah online, calon pembeli bisa langsung melihat dan menawar barang.
 
Menariknya, Kiki memamparkan tren jual beli barang bekas melalui CoD kini tidak lagi hanya berpusat di Jakarta saja. Sejumlah kota di Jawa Barat, Jawa Timur, Jogja, Banten, Bali, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan juga kian banyak menjual barang bekas secara daring.
 
Lalu barang bekas apa saja yang paling banyak diburu?
 
“Dari sebelas kategori iklan baris yang ada, sejauh ini lima kategori tertinggi masih dari elektronik dan gadget, mobil, motor, properti dan perlengkapan bayi,” ungkapnya.
 
Artikel Terkait:
 
Menuju industri e-commerce Indonesia
 
Tahun 2020, transaksi e-commerce Indonesia mencapai US$ 13 miliar
 
Menuju industri ecommerce Indonesia
 
Ritel offline di Indonesia akan kalah pamor dengan portal balanja daring
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019