Masuki bisnis e-commerce, Telkomsel tawarkan eKado

  • Bidik 35 juta pelanggan remaja sebagai pengadopsi teknologi tercepat
  • Kerjasama dengan Korea Selatan fokus tawarkan program daily deals
Masuki bisnis e-commerce, Telkomsel tawarkan eKado

BISNIS e-commerce yang tumbuh subur di Indonesia bukan hanya menarik perhatian pelaku industri e-commerce, tetapi juga dilirik perusahaan penyedia layanan telekomunikasi.
 
Seperti halnya yang dilakukan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), yang secara serius mulai menjajaki bisnis e-commerce, menyusul jejak PT XL Axiata Tbk yang sukses mengembangkan Elevenia, situs belanja dari Korea Selatan.
 
Sebagaimana XL,Telkomsel juga menggandeng mitra perusahaan asal negeri ginseng. Adalah Access Mobile yang merupakan mitra Telkomsel sejak 2007 yang akan memperkuat portofolio bisnis layanan digital advertising.
 
Kerjasama ini lah yang kemudian menghasilkan layanan yang diberi nama eKado dan fokus menawarkan program daily deals.
 
Meski saat ini, bisnis dialy deal tengah mengalami kelesuan, vice president Digital Advertising Telkomsel Haryati Lawidjaja sangat optimis dialy deals masih diminati, terutama oleh pelanggan muda Telkomsel.
 
“Animo pelanggan terhadap daily deals sebenarnya masih  tinggi,” ucap Haryati Lawidjaja di sela-sela acara konferensi di Jakarta, 6 Oktober.
 
Haryati percaya Telkomsel bisa menjangkau pangsa pasar 35 juta pelanggan kalangan muda yang kerap menjadi pengadopsi utama perkembangan teknologi terbaru.
 
Selain itu, jumlah transaksi dalam jaringan (daring) yang saat ini masih kecil yakni kurang dari satu persen, jauh di bawah angka transaksi ritel menjadi peluang bagi daily deal untuk berkembang di Indonesia.
 
Sebagaimana dilansir Statista, jumlah transaksi ritel di Indonesia hingga akhir tahun 2014 mencapai US$4,4 miliar. Dengan kemunculan sejumlah bisnis daring diharapkan bisa turut mendorong pertumbuhan transaksi daring.
 
Fakta inilah yang disebut oleh chief executive officer Access Mobile Eunjau Won sebagai sebuah kesempatan yang sangat besar untuk mengembangkan bisnis e-commerce. Berbeda jika dibandingkan dengan Korea Selatan yang saat ini pertumbuhan e-commerce sudah sangat pesat.
 
“Dari total 25 juta penduduk Korea Selatan, transaksi bisnis e-commerce sudah mencapai US$300 juta. Sedangkan di Indonesia baru 3 persen dari 250 juta penduduknya yang sudah menggunakan layanan belanja daring,” ucapnya.
 
Di negeri asalnya, layanan daily deals yang menggunakan nama Gift Icon cukup sukses. Dalam sebulan, Gift Icon mengantongi omzet sekitar US$ 350 miliar dan telah memiliki 3 juta pengguna.
 
“Kalau dihitung kira-kira satu orang pengguna aktif kami di Korsel menghabiskan US$300 ribu untuk membeli voucher potongan harga,” ungkapnya lagi.
 
Tidak mengkanibal layanan Blanja.com
 
Masuki bisnis e-commerce, Telkomsel tawarkan eKado Seperti diketahui sebelumnya induk perusahaan Telkomsel yakni PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) telah lebih dahulu merilis layanan belanja daring yakni blanja.com. Hadirnya eKado dipastikan tidak akan mengkanibal e-commerce yang dimiliki Telkom.
 
“Dari segmen pengguna ditambah penawaran yang ada juga beda. Kami memastikan eKado tidak akan mengkanibal blanja.com. Tetapi mungkin saja nanti antara keduanya justru bersinergi,” tutur Haryati (gambar).
 
Menurutnya, kerjasama dengan eKado justru merupakan sebuah peluang besar untuk memperkuat bisnis iklan digital Telkomsel, yang di semester pertama tahun 2015 tumbuh sebesar 110% dibanding periode yang sama di tahun lalu.
 
Selain mensinergikan kedua layanan belanja daring tersebut, Haryati bahkan menyebut akan mengintegrasikan dengan layanan pendukung lainnya termasuk sistem pembayaran digital.
 
“Layanan eKado sudah terintegrasi dengan T-cash untuk melakukan pembayaran. Tentu ini memudahkan 15 juta pengguna T-cash sebagai opsi pembayaran selain menggunakan kartu kredit, transfer melalui ATM dan Internet banking,” ungkapnya.
 
Tampilan eKado juga dibesut dalam versi mobile browser. Menurut Haryati, inilah  kelebihan dari dialy deals. Dengan begitu pengguna ponsel fitur juga bisa menikmati layanan mobile gifting ini.
 
“Ada 47 juta pelanggan Telkomsel pemakai feature phone yang potensial untuk menjadi pengguna eKado, karena mekanisme penggunaan vouchernya sederhana bukan hanya bisa dipakai oleh pengguna ponsel pintar saja,” tandas Haryati.
 
Dengan pelanggan berjumlah 149 juta, layanan eKado saat ini tersedia di area Jabodetabek.  Didukung 50 merchant di Jakarta dan Bali, sejumlah voucher potongan harga bisa didapatkan cukup dengan menunjukkan pesan singkat yang masuk ke ponsel penguna.
 
“Sementara ini  masih di Jabodetabek dulu. Kami ngeblast ke 13 juta pelanggan saja, setidaknya terdapat minimal 30 persen bertransaksi. Nanti setelah tiga bulan dan responsnya bagus barulah menjajaki lebih luas secara nasional,” ungkap sales manager Retail & Couponing Digital Advertising Telkomsel, Desi Anggrayeni.
 
Saat ini, merchant food & beverage mendominasi layanan mobile gifting ini. Ke depannya, pihak Access Mobile menargetkan penambahan kategori voucher meliputi fashion dan consumer goods.
 
Selain itu aplikasi eKado untuk perangkat Android dan iOS dipastikan juga akan segera tersedia dalam waktu dekat.
 
Artikel Terkait:
 
Hadapi persaingan, Blibli.com gandeng produk local
 
Baidu rangkul startup lokal untuk perbesar pasar e-commerce
 
‘Flash Sale’ andalan Lazada Indonesia
 
Tahun 2020, transaksi e-commerce Indonesia mencapai US$130 miliar
 
11street goes live in Malaysia
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019