Ericsson sediakan jaringan pendukung 4G LTE untuk 3 operator

  • Kerja sama untuk memaksimalkan kinerja jaringan 4G LTE
  • Konsep kota pintar juga menciptakan masyarakat yang beradab
Ericsson sediakan jaringan pendukung 4G LTE untuk 3 operator 
PERUSAHAAN penyedia jaringan asal Swedia, Ericsson secara resmi bekerjasama dengan tiga operator besar Indonesia, yakni Telkomsel, Indosat dan XL Axiata dalam menjalankan jaringan 4G LTE. PT Ericsson Indonesia akan menyediakan piranti lunak, piranti keras dan jaringan teknologi 4G LTE untuk ketiga operator tersebut.
 
Dalam kerjasama ini, Ericsson akan mendukung implementasi jaringan 4G LTE Single Radio Access Network (RAN) dan peningkatan jaringan 2G serta 3G.
 
Kontrak kesepakatan yang akan terjalin selama tiga tahun ini fokus pada peningkatan kinerja jaringan, tak hanya untuk area kota-kota besar, tetapi juga di sejumlah daerah pedalaman.
 
Ericsson menggunakan platform multi-standar RBS6000 untuk menyediakan akses jaringan 4G LTE untuk melayani pelanggan Telkomsel di Kalimantan. Untuk memenuhi permintaan data, Ericsson sudah mengembangkan lebih dari 4.500 elemen jaringan mobile dan mengoptimalkan jaringan di area yang berkembang pesat di Kalimantan.
 
“Ketersediaan jaringan 4G LTE kami di Kalimantan, diharapkan mampu mengakomodir 50 juta pelanggan Telkomsel di sana,” kata head of Ericsson Indonesia dan Timor Leste Thomas Jul saat ditemui seusai acara bincang media di Jakarta, 3 November 2015.
 
Selain dengan Telkomsel, Jul mengatakan,Ericsson telah menjalin kerjasama serupa dengan operator XL Axiata, beberapa waktu silam. Kerjasama tersebut merupakan kesepakatan global yang bersifat strategis bagi perusahaan yang sudah menyambangi Indonesia sejak tahun 1907 itu.
 
“Kami baru saja merampungkan kerjasama dengan XL beberapa hari lalu untuk wilayah Jakarta dan Jawa Tengah serta mempersiapkan perkembangan lalu lintas data di Indonesia. Ini kerjasama strategis karena menggunakan solusi menyeluruh mulai dari aplikasi yang bisa memaksimalkan kinerja jaringan,” imbuhnya.
 
Bersama XL Axiata, Ericsson melakukan kerjasama selama tiga tahun  yang meliputi kerjasama untuk hardware, software dan layanan membawa jaringan 4G/LTE ke pelanggan XL Axia. Sementara dengan Indosat, kerjasama itu meliputi optimalisasi layanan dan kinerja jaringan.
 
Selain itu, Ericsson juga dipercaya mengembangkan teknologi single RAN yang dapat memberikan efisiensi energi dan efektifitas biaya operasional bagi Indosat.
 
Kerjasama dengan tiga operator tersebut, melengkapi portofolio Ericsson yang saat ini mendukung lebih dari 230 jaringan LTE milik operator dunia dengan 170 diantaranya sudah memasuki tahap komersial.
 
Sebagai upaya mewujudkan dukungan jaringan akses data yang lebih baik, Ericsson berkomitmen memberikan pengalaman implementasi jaringan yang paripurna bagi pelanggan dan end user melalui teknologi yang sudah teruji.
 
Melalui dukungan jaringan yang dinamakan Zero Site dengan radio band dalam jaringan dengan ukuran kecil, akan lebih efisien dan memiliki daya jangkau jaringan yang lebih luas.
 
“Dibandingkan dengan teknologi yang sedang diuji coba (seperti Loon), Zero Site lebih baik karena sudah ada dan dipakai di luar negeri. Di Indonesia sendiri salah satu dari tiga operator yang bekerjasama dengan kami sudah menggunakan solusi ini,” ujar vice president marketing and communications PT Ericsson Indonesia Hardyana Syintawati.
 
Ericsson memprediksi dengan kemajuan teknoli, salah satunya melalui penggunaan Zero Site, maka pada 2020 akan ada 26 miliar perangkat yang terhubung dengan internet. Pemaksimalan perangkat ini bukan hanya digunakan untuk mendukung produktivitas, tetapi juga mulai mengarah pada solusi kota pintar, agrikultur dan lingkungan, hingga isu keberlangsungan kesehatan.
 
Konektivitas untuk mendukung masyarakat berjejaring
 
Ericsson sediakan jaringan pendukung 4G LTE untuk 3 operatorMengenai konsep kota pintar, Ericsson mengakui jika aspek dukungan konektivitas menjadi salah satu kunci sukses untuk menghasilkan masyarakat berjejaring yang lebih pintar. Meski konsep ini belum berjalan optimal di Indonesia, namun Hardyana  menyebut perkembangan teknologi internet merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan konsep kota pintar.
 
“Yang kami visikan adalah bagaimana teknologi memberikan manfaat bagi masyarakat. Kalau konektivitas internet terjadi, itu bagus dalam menuju masyarakat berjejaring (network society),” kata perempuan yang akrab disapa Nana (gambar).
 
Penerapan konsep kota pintar diharapkan bukan hanya kota yang terkoneksi dengan Internet, tapi juga mampu melahirkan banyak smart citizen (warga kota yang cerdas). Warga kota yang pintar inilah yang diharapkan bisa memanfaatkan internet untuk melakukan hal-hal produktif.

“Bayangkan kalau ada ratusan orang seperti pendiri Gojek. Itulah yang harus diubah paradigmanya, jadi kalau mobile broadband bukan hanya untuk konsumsi saja tetapi juga menuju hal yang produktif,” ucapnya.

Dengan adanya smart citizen, maka sebuah kota akan makin bertahan lama dan berkembang. “Misalnya bagaimana orang membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana penggunaan listrik warga kota. Jadi lebih ke arah kota yang berkelanjutan,” kata dia.

Salah satu keuntungan kota pintar yang diimpikan Ericsson yakni koneksi tidak berjalan secara parsial tetapi bisa terkoneksi bersama hingga mengatasi permasalahan suatu kota.
 
Sebagai contoh, adanya keterhubungan data antara kepolisian, layanan kesehatan dan pemadam kebakaran sehingga saat ada insiden  kecelakaan, kebakaran, sampai fenomena sosial, bisa dengan cepat ditindaklanjuti.
 
Mengenai kematangan kota pintar di dunia, Ericsson memprediksi akan makin terlihat nanti pada saat penerapan teknologi komunikasi 5G. Diprediksi teknologi komunikasi generasi kelima itu disetujui oleh industri telekomunikasi dunia untuk diterapkan pada 2020.
 
Pada tahun ini kota pintar akan makin terlihat wujud nyatanya. “Aspek fundamental dari 5G itu dirancang untuk Internet of Things (IoT),” katanya.
 
Artikel Terkait:
 
M'sian operators to offer WiFi calling next year: Ericsson exec
 
Ericsson launches two new radio systems in Malaysia
 
Indonesia's XL Axiata turns to Ericsson for 4G/ LTE deployment
 
70% of world's population using smartphones by 2020: Ericsson
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 
 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019