Indonesia dorong UKM dan koperasi berbasis digital pada 2016

  • Agar data mutakhir, fokus ekspor, padat karya dan ekonomi digital
  • Akses pembiayaan dimudahkan, kredit dinaikkan, suku bunga diturunkan
Indonesia dorong UKM dan koperasi berbasis digital pada 2016

 
USAHA kecil dan menengah (UKM) serta koperasi banyak disebut sebagai urat nadi perekonomian Indonesia. Setidaknya itu terbukti, saat sektor UKM berkembang, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Selain itu, saat terjadi krisis global,  UKM diakui menjadi penyelamat perekonomian nasional.
 
Sepanjang tahun 2015, banyak upaya, wacana serta dorongan untuk mengarahkan UKM dan koperasi Indonesia agar menyentuh ranah digital, semata-mata agar kedua sektor ini tak tertinggal.
 
Bahkan, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2015 Kementerian Koperasi dan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), menyadari betapa pentingnya transformasi digital untuk mempercepat pengembangan UKM.
 
Kementerian Koperasi dan UMKM pun menyatakan visinya untuk mendorong UKM serta koperasi berbasis digital dan TI (teknologi informasi) pada 2016.
 
“Koperasi dan UKM akan kita dorong untuk reformasi, masuk ke ranah digital, sistem dan pengelolaan harus berbasis IT agar kredibilitas terjaga dan transparan,” ujar Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, pada 21 Desember di Jakarta.
 
Puspayoga mengatakan, akan memperbarui dan memutakhirkan data UKM dan koperasi melalui sistem data berbasis online. Selain itu, kementeriannya juga akan mengkaji regulasi yang menghambat perkembangan UKM dan koperasi, serta memajukan koperasi dan UKM yang berorientasi pada ekspor, padat karya serta ekonomi digital.
 
“Kami menyadari bahwa selama ini koperasi dan UKM sulit mendapatkan akses pendanaan, oleh karena itu pada 2016 kami akan menyediakan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga yang lebih rendah,” tambahnya.
 
Penyaluran KUR tahun 2016 mendatang akan dinaikkan batas maksimal peminjamannya menjadi Rp25 juta (US$1.800) dari sebelumnya Rp20 juta (US$1.472).
 
Suku bunga KUR juga akan diturunkan menjadi maksimal 12 persen per tahun, dari angka sebelumnya yakni 22 persen. Suku bunga ini akan terus diupayakan turun hingga mencapai 9 persen per tahun.
 
Dorongan digitalisasi UKM dan koperasi serta dukungan akses pembiayaan ini dimaksudkan agar UKM dan koperasi Indonesia siap dan kompetitif saat menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang diberlakukan mulai 31 Desember tahun ini.
 
Puspayoga mengatakan dalam menyambut MEA, Kementeriannya telah menyiapkan lima tujuan strategis yang menjadi acuan pengembangan UKM dan koperasi di kawasan. Lima tujuan strategis tersebut, yang pertama adalah peningkatan produktifitas dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi.
 
Kedua, peningkatan akses pembiayaan. Ketiga, peningkatan akses pasar internasional. Sementara yang keempat adalah perbaikan proses penyusunan kebijakan dan peraturan yang lebih kondusif.
 
Dan, yang terakhir adalah pengembangan kewirausahaan serta peningkatan  kapasitas sumber daya manusia.
 

Indonesia dorong UKM dan koperasi berbasis digital pada 2016

“Teknologi dan inovasi menjadi sasaran pertama karena dengan teknologi, UKM sebenarnya bisa meningkatkan produktifitasnya dan meraih pasar yang lebih luas. Hal ini tentunya harus diiringi dengan sosialisasi dan pembinaan,” papar Puspayoga (gambar di atas) pada Digital News Asia (DNA).
 
Untuk membina UKM dan koperasi menjadi sektor berbasis TI, kementerian koperasi tentu saja membutuhkan bantuan dari pihak swasta, asosiasi dan pelaku UKM untuk bersinergi.
 
Salah satunya, dari perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) yang  menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam mengedukasi UKM dalam pemanfaatan TIK (teknologi informasi dan komunikasi).
 
Bagi Telkom, peran TIK ini sangat penting dalam menjadi enabler pertumbuhan ekonomi, yang mayoritas digerakkan oleh sektor UKM. Karena itu, sejak 2010 hingga saat ini, Telkom gencar melakan edukasi kepada UKM.
 
Hasilnya, Telkom berhasil menjaring 1 juta UKM untuk ‘go digital’, dan  550 ribu diantaranya aktif di portal khusus UKM besutan Telkom, smartbisnis.co.id.
 
Selain portal, Telkom juga telah meluncurkan sebanyak 41 Kampung UKM Digital di berbagai daerah di Indonesia, dan menargetkan terdapat 60 lokasi hingga akhir tahun.
 
Dari sisi infrastruktur, Telkom telah menyediakan jaringan fiber-optic untuk 330 sentra bisnis, serta infrastruktur fiber optic 55 Komunitas Nelayan Digital.
 
Indonesia dorong UKM dan koperasi berbasis digital pada 2016Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Muhammad Awaluddin (gambar) mengakui bila membangun infrastruktur tanpa melakukan membina dan memberikan wawasan akan pentingnya infrastruktur tersebut, disadari tak akan membuahkan hasil.
 
 “Kami menemukan bahwa salah satu faktor penting untuk mengembangkan UKM adalah perlunya meningkatkan pengetahuan para pelaku UKM tentang sisi manajemen atau model bisnis, serta pemanfaatan TIK yang dapat membantu peningkatan bisnis mereka,” katanya.
 
Berangkat dari faktor tersebut, Telkom pun mengadakan berbagai program untuk mengedukasi para pelaku UKM agar bisa maju dengan memanfaatkan TIK.
 
Dengan komitmen ini, maka dalam 5 tahun ke depan Telkom ingin melihat kemajuan dan modernisasi para pelaku UKM yang didukung oleh pemanfaatan TIK.
 
“Bukan hanya menggunakan konektifitas saja, tetapi juga dalam memanfaatkan aplikasi-aplikasi bisnis secara digital, serta memanfaatkan TIK dalam melakukan e-commerce. Minimal 10% pelaku UKM Indonesia benar-benar telah memanfaatkan TIK dalam bisnisnya,” tambah Awaluddin.
 
Artikel Terkait:
 
UKM Indonesia ‘Go Digital’
 
UKM Indonesia ‘Go Digital’ II: Perlu kebijakan pendukung
 
UKM Indonesia ‘Go Digital’ III: Butuh sosialisasi dan pelatihan
 
Portal e-commerce khusus UKM diluncurkan
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019