Di penghujung tahun, jaringan 4G Indosat Ooredoo ada di 35 kota

  • Target 2016 menjangkau 5 juta pelanggan/ bulan
  • Akan bundling ponsel 4G seharga Rp850 ribuan
Di penghujung tahun, jaringan 4G Indosat Ooredoo ada  di 35 kota

 
TAK mau menunggu terlalu lama, setelah dua kompetitornya mengkomersialkan layanan 4G LTE kini giliran Indosat Ooredoo. Anak perusahaan grup Ooredoo ini secara resmi mengumumkan ketersediaan layanan 4G dengan mengusung nama 4GPlus.
 
Bukan tanpa alasan, menurut presiden direktur dan CEO PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) Alexander Rusli, dipilihnya nama tersebut. Nama Indosat Ooredoo merupakan komposisi terbaik yang bisa dipilih untuk mewakili perusahaannya setelah dua ditahun melakukan riset.
 
Hasil riset memperlihatkan nama Indosat masih sangat kuat di tengah pelanggan dan masyarakat.  Nama tersebut juga menjadi citra baru yang memadukan kekuatan lokal Indosat dengan Ooredoo yang merupakan brand global.
 
Perubahan tersebut diiringi dengan perubahan di sisi kualitas interaksi antara Indosat Ooredoo dengan pelanggannya dan menyediakan infrastruktur yang memadai untuk  layanan 4G LTE.
 
Operator yang masuk dalam tiga besar ini, memang all out dalam menyediakan layanan seluler gerenasi ke empat ini.
 
Selain menyediakan infrastruktur pendukung, Indosat Ooredoo mengklaim memberikan layanan yang bisa memberikan nilai tambah bagi ponsel pintar yang mendukung jaringan 4G LTE.
 
“Selain melakukan modernisasi jaringan 1800MHz, kami juga menyediakan layanan pendukung yang bisa memaksimalkan gaya hidup digital yang akan melayani pelanggan di 35 kota,” kata Alex.
 
Pada tahap awal komersil, jaringan LTE Indosat Ooredo telah meluncur di 21 kota. Empat kota di antaranya, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali yang sudah menggunakan carrier aggregation dua spektrum 5MHz di 900MHz dan 10MHz di 1800MHz.
 
Sementara 17 kota lainnya yakni Makassar, Balikpapan, Padang, Lampung, Surabaya, Malang, Banyumas, Surakarta, Tasikmalaya, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Semarang, Pontianak, Bogor, dan ‎Sukabumi hanya menggunakan spektrum 1800MHz dengan kecepatan maksimal 112Mbps.
 
Hingga akhir tahun 2015, layanan Internet yang diklaim mampu tembus hingga kecepatan 185Mbps ini ditargetkan bisa melayani 14 kota lagi menjadi total 35 kota di penghujung tahun.
 
Senada dengan program pemerintah yang menyediakan akses komunikasi hingga ke daerah pelosok, Indosat Ooredoo juga menargetkan bisa menambah dan memperluas cakupan 4G LTE.
 
“Targetnya di tahun 2016 layanan kami bisa menjangkau 5 juta orang lagi setiap bulannya,” imbuh Alex.
 
Dorong adopsi 4G
 

Di penghujung tahun, jaringan 4G Indosat Ooredoo ada  di 35 kota

 
Demi mencapai target tersebut, Alex mengakui jika saat ini ketersediaan perangkat dengan harga terjangkau di pasaran masih terbatas.
 
Untuk menunjang hal tersebut, Indosat memastikan akan menggandeng sejumlah produsen ponsel lokal dan global melalui program bundling.
 
“Indosat bukan sekedar menampilkan kecepatan jaringan, tapi kami juga mendorong pengalaman yang lebih baik seperti melalui bundling ponsel dan mendorong pelanggan untuk menukarkan uSIM 4Gplus,” katanya.
 
Ia memastikan akan membuat pelanggan berpindah dari jaringan 2G dan 3G ke teknologi 4G secepat mungkin. Investasi jaringan 4G dipastikan bisa lebih efisien dibandingkan teknologi 3G, salah satunya dengan ketersediaan perangkat dengan banderol harga yang beragam.
 
“Untuk mempercepat penggunaan jaringan tentu harus ada perangkatnya, kami akan mem-bundling dengan harga terjangkau mulai dari Rp 899 ribu hingga ponsel premium yang tentu menyasar pasar yang berbeda,” akunya.
 
Indosat saat ini telah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan seperti Samsung, Asus, Lenovo, Polytron, Sony, Microsoft, Advan dan lainnya untuk menyediakan ponsel 4G dengan harga variatif.
 
Selain dukungan perangkat, Indosat juga akan menyiapkan mobile agent dalam memudahkan pelanggan mengganti kartu lama dengan kartu yang mendukung 4G. Tak tanggung-tanggung, anak perusahaan grup Ooredoo ini melibatkan 3.000 karyawannya sebagai mobile agent.
 
“Bukan hanya karyawan yang ada di divisi terkait, nantinya semua karyawan akan dibekali kartu perdana kosong untuk menjangkau pelanggan yang mau beralih ke 4G tapi tidak ada waktu untuk menukarkan kartu di gerai resmi,” tambahnya.
 
Selain ketersediaan perangkat dan kemudahan menukarkan kartu 4G, Indosat juga akan ‘mengawinkan’ nomor ponsel dengan layanan inCloud.
 
Semua pelanggan bisa menikmati fasilitas penyimpanan awan yang akan otomatis aktif ketika ponsel dihidupkan.
 
Perluas cakupan 4G di spectrum 2100MHz
 
Meski telah merampungkan modernisasi spectrum 1800MHz dan memiliki pasokan frekuensi 900MHz untuk jaringan 4G, Indosat tetap akan ikut membidik dua blok di frekuensi 2.1GHz.
 
Seperti diketahui, pemerintah berencana melakukan lelang dengan mekanisme memilih operator yang memiliki konten yang dianggap menarik bagi pelanggan. Dua blok di frekuensi 2100MHz merupakan ‘warisan’ Axis Telekomunikasi Indonesia setelah diakuisisi XL Axiata yang saat ini tengah diincar oleh Indosat, Telkomsel, XL, dan Hutchison 3 Indonesia.
 
“Sejak tahun 2013 kami sudah mengalokasikan dana US$1,7 miliar untuk mengatur alokasi spectrum dan badwith jaringan melalui modernisasi di 41 ribu BTS,” pungkasnya.
 
Saat ini Indosat memiliki dua blok di 2.1GHz untuk 3G dengan pita selebar 10MHz. Ketertarikan Indosat mengikuti beauty contest frekuensi 2.1GHz terkait dengan prediksi pemerintah yang menargetkan migrasi pelanggan 2G ke teknologi 4G.
 
“Dari dua blok, kami hanya mengincar satu blok saja yang nantinya diperuntukkan untuk 4G. Seperti kita tahu, kalau 2.1GHz didesain sebagai teknologi netral sehingga kompatibel untuk digunakan apapun, baik itu 4G atau kedepannya 5G,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai ketua ATSI ini.
 
Dengan penambahan satu blok spectrum 2.1GHz, Alex menyebut perusahaan yang dinakhodainya menargetkan 70% pelanggan beralih ke 4G.
 
Sementara saat ini Indosat memiliki 69 juta pelanggan dengan 34 juta diantaranya merupakan pengguna akses data.
                                                                                                                                                     
Artikel Terkait:
 
Jelang komersialkan 4G, Indosat ‘ganti baju’ menjadi Indosat Ooredoo
 
Trik operator pertahankan loyalitas pelanggan
 
Hadapi era 4G LTE, siapkah ekosistem industri telekomunikasi Tanah Air?
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019