XL hidupkan kembali layanan paska bayar

  • Diutamakan pengguna prabayar Rp500 ribu/bulan
  • Menargetkan 1,000 pelanggan paska bayar
XL hidupkan kembali layanan paska bayar
PT XL Axiata Tbk membuka lembaran baru pada 2016 dengan menghidupkan kembali layanan pasca bayar yang sempat ‘mati suri’ selama dua tahun. XL optimis layanan pasca bayar yang diberi nama XL Prioritas ini akan mampu  bersaing dengan layanan serupa milik kompetitornya.
 
CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan saat ini pengguna layanan pasca bayar secara global mengalami pertumbuhan signifikan. Namun, di Indonesia yang terjadi justru sebaliknya.
 
Hal ini disebabkan  adopsi layanan prabayar yang tumbuh lebih cepat hingga mencapai 95 persen dari total pelanggan operator.
 
“Kami ingin mengadopsi pelanggan prabayar utamanya di segmen UHM atau ultra high value agar beralih ke layanan paskca bayar,” ucap Dian di sela peluncuran XL Prioritas di Jakarta.
 
Segmen UHV yang dimaksud adalah pelanggan prabayar yang  lebih mengapresiasi kualitas jaringan dan layanan, sehingga ingin mendapatkan perlakuan khusus dari operator.
 
Pelanggan prabayar yang disebutnya berpotensi besar untuk migrasi ke layanan paska bayar ini dalam sebulan menghabiskan pulsa hingga Rp500 ribu.
 
Mereka biasanya dari kalangan professional muda dan wirausahawan, pengguna aktif teknologi, anak muda berusia 20 hingga 30-an tahun, dan mereka yang hobi berlibur ke luar kota dan dalam negeri serta telah memiliki kartu kredit.
 
Kalangan inilah yang lebih diutamakan untuk bisa mendapatkan sejumlah layanan ekstra, salah satunya akses data yang lebih cepat.
 
Berdasarkan laporan XL di kuartal ketiga 2015, jumlah pelanggan paska bayar hanya 400 ribu dari total 41,5 juta pengguna XL. Layanan XL Prioritas ditargetkan bisa mengenjot lebih banyak pelanggan paska bayar.
 
“Kalau dilihat angka pertumbuhannya memang lamban, tapi jangan dilihat jumlah pelanggannya, melainkan kesempatan pertumbuhan nilainya. Pelanggan paska bayar kerap mengkonsumsi ARPU (Average Revenue Per User) yang lebih besar dibanding pelanggan pra bayar,” kata chief brand & customer experience XL Nicanor V. Santiago III.
 
Data perusahaan mencatat ARPU pelanggan paska bayar saat ini mencapai Rp150 ribu, sementara prabayar hanya Rp30 ribu. Dengan semakin banyak pelanggan yang beralih ke layanan paska bayar, XL memproyeksikan ARPU yang dikonsumsi akan  meningkat menjadi Rp185 ribu dan Rp35 ribu untuk pengguna pra bayar.
 
2016 menjadi tahun terobosan
XL hidupkan kembali layanan paska bayar
 
Meski tidak akan sepenuhya fokus pada layanan paska bayar, XL mengakui jika tahun ini merupakan momen yang tepat untuk melakukan sejumlah perubahan. Salah satunya adalah dengan menghadirkan kembali layanan paska bayar.
 
“Bagi kami  2015 merupakan masa konsolidasi dan transformasi, sementara 2016 akan menjadi tahun yang penuh teroboson dengan munculnya berbagai inisiasi, salah satunya kami ingin meningkatkan value pengguna dari kelas mid-low ke high,” kata Dian (gambar di atas).
 
Bertambahnya jumlah pelanggan kelas menengah yang mau menghabiskan dana untuk kebutuhan telekomunikasi dianggap sebagai target utama.
 
Kehadiran kembali layanan paska bayar juga diakui oleh VP brand management XL Riza Rachmadsyah sebagai salah satu strategi XL untuk menaikkan brand ke tingkat yang lebih tinggi. Selama ini anak perusahaan Axiata Group Bhd ini dikenal melalui layanan bertarif murah.
 
“Kami serius ingin meningkatkan kualitas paket layanan pelanggan pra bayar. Hal yang paling ditakuti pelanggan jika menggunakan layanan paska bayar adalah tagihan yang membengkak namun kami pastikan pelanggan paska bayar XL bisa mengontrol batas maksimal pemakaian,” ungkapnya.
 
Menurutnya, layanan paska bayar tidak akan ‘bermain’ pada tariff murah, tetapi mengedepankan kualitas layanan. Selain itu, nantinya pengguna bisa memakai aplikasi untuk membeli paket, mengecek info tagihan, menelusuri penggunaan dan pembayaran.
 
Hingga saat ini XL memiliki 400 ribu pelanggan paska bayar dan menargetkan bisa tumbuh mencapai 1 juta pelanggan di akhir 2016.
 
“Kami mengutamakan migrasi pelanggan pra bayar yang juga pengguna data aktif,  bukan sekedar menyasar pelanggan baru. Itulah kenapa kami merasa lebih penting memberikan layanan yang lebih berkualitas daripada sekedar mengejar peningkatan jumlah pelanggan,” imbuhnya.
 
Momen ketersedian jaringan 4G disebut sebagai nilai tambah tersendiri saat pelanggan pra bayar migrasi ke layanan paska bayar. Pada tahap awal, layanan ini akan tersedia di kota-kota besar sejak 15 Januari 2016, yakni Medan, Bandung, Jabodetabek, Semarang, Jogja, dan Makassar.
 
Kedepannya, chief revenue brand and customer XL Mohammed Ali menyebut XL sudah memiliki rencana ekspansi ketersediaan layanan paska bayar ke sejumlah kota lainnya.
 
“Selain tujuh kota tersebut, layanan ini juga pasti akan tersedia di beberapa kota besar lainnya, terutama kota-yang telah menyediakan  akses 4G LTE dengan volume dan konsumsi data yang besar,” ungkapnya.
 
Artikel Terkait:
 
Giliran Jakarta, XL resmi pasarkan layanan 4G LTE
 
Jaringan 4G LTE XL resmi sambangi Denpasar dan Surabaya
 
XL tantang mahasiswa jadi direksi
 
Dorong pertumbuhan ekosistem 4G, XL luncurkan tabungan kuota
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 
 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019