Smartfren gandeng Samsung dan Lenovo

  • Tetap pertahankan Andromax
  • Pada 2016 akan ada 100 kota penyedia jaringan 4G
Smartfren gandeng Samsung dan Lenovo

 
To read a different version of this story in English, click here.
 
ERA 4G LTE merupakan lahan bisnis baru bagi sejumlah operator, termasuk  bagi PT Smartfren Telecom Tbk, operator Smartfren.
 
Mengawali bisnis  sebagai penyedia layanan CDMA (Code Division Multiplle Access), Smartfren memastikan akan turut mendorong pelanggannya untuk mengadopsi 4G.
 
Sejak dirilis secara komersial pada Agustus 2015, CEO Smartfren Telecom Merza Fachys mengklaim hingga saat ini Smartfren sudah memiliki 1 juta pelanggan 4G dari total 13 juta pelanggannya. Hingga akhir 2015, pelanggan di 85 kota di Indonesia sudah bisa menikmati akses data generasi keempat tersebut.
 
“Untuk saat ini layanan kami memang belum tersedia di Maluku, dan Papua. Targetnya tahun ini layanan LTE kami tersedia di 100 kota dan kabupaten,” kata Merza di sela diskusi media di Jakarta, 25 Januari 2016.
 
Terkait pengembangan jaringan, tahun ini juga Smartfren membagi dua area pembangunan untuk dua penyedia jaringan yang berbeda yakni ZTE dan Nokia.
 
Nokia menggarap pembangunan BTS 4G di Indonesia bagian barat yakni Jabodetabek, Jawa Barat, dan Sumatera. Sementara ZTE akan mengembangkan infrastruktur di wilayah timur yang mencakup Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Kalimantan, dan Sulawesi.
 
Saat ini Nokia sudah menyediakan perangkat pendukung LTE Advanced berupa small cell di beberapa area seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Medan, Depok, Tangerang, Bekasi dan beberapa area lainnya di Indonesia bagian barat. Nokia mengklain perangkat besutannya telah dilengkapi fitur evolved Node B (eNB) yang bisa berfungsi sebagai transcieiver dan interface yang memiliki kemampuan macro offload.
 
“Ada beberapa masalah yang kerap dihadapi operator, seperti kualitas layanan yang berbeda di tiap daerah dan cakupan sinyal yang tidak stabil saat di dalam ruangan. Micro site tidak mendukung hal tersebut, keberadaan small cell yang bisa membantu menambah kapasitas yang tidak terjangkau oleh micro cell,” kata head of marketing Nokia Network Indonesia Niko Sutikno.

Sementara ZTE telah menguji coba pengaplikasian 2CA (2 carrier aggregation) untuk memberikan pengalaman broadband lebih baik.
 
Selain itu, ZTE juga telah menerapkan SON (Self-Organizing Network) yang merupakan teknologi otomatis untuk membuat perencanaan, konfigurasi, manajemen, optimasi, dan penanganan masalah jaringan akses radio mobile.
 
Smartfren gandeng Samsung dan LenovoMerza (gambar) mengklaim layanan data generasi keempat yang ditawarkan Smartfren berbeda dengan yang lain karena menggabungkan teknologi FDD (Frequency Division Duplex) di frekuensi 850MHz dan TDD (Time Division Duplex) di frekuensi 2300MHz.
 
Smartfren menurutnya telah sukses menerapkan 4G LTE Advanced dan implementasi dua carrier aggregation di frekuensi TDD 2300Hz.
 
“Penggunaan FDD memberikan jangkauan akses lebih luas, sementara TDD bisa menghasilkan akses data lebih cepat. Sementara teknologi carrier aggregation memungkinkan perangkat melakukan koneksi di dua kanal (carrier) sekaligus ke satu BTS atau lebih dalam satu cakupan frekuensi (FDD atau TDD),” imbuh Merza.
 
Penggunaan dua kanal di frekuensi 2300MHz disebut oleh VP special project network Smartfren Munir Syahda Prabowo merupakan salah satu upaya untuk mendukung adopsi teknologi VoLTE (Voice Over Long-Term Evolution).
 
Saat ini Munir mengaku Smartfren sudah siap 90 persen jika nantinya teknologi VoLTE tersedia secara komersial.
 
“Solusi penggunaan dua kanal dapat mengoptimalisasi jaringan sehingga memberikan akses data lebih cepat dan stabil. Kami pastikan akan rilis VoLTE sekitar bulan Februari atau Maret,” pungkas Munir.
 

Smartfren gandeng Samsung dan Lenovo

Sasar segmen menengah dan atas
 
Selain menyediakan jaringan LTE terbaru, Smartfren memastikan akan mendukung ekosistem 4G dengan menyediakan perangkat pendukung yang mengakomodir frekuensi 850MHz dan 2300MHz.
 
Head of smartphone Smartfren Sukaca Purwakardjono memastikan tahun ini Smartfren akan masuk ke ranah Open Market Handset (OPM).
 
Saat ini Smartfren telah melakukan kerjasama OPM dengan sejumlah produsen ponsel seperti Samsung, Lenovo, dan Hisense. Kerjasama tersebut merupakan salah satu upaya untuk migrasi pelanggan yang selama ini masih menggunakan teknologi CDMA EV-DO.
 
“Hingga akhir 2015 sekitar 70 persen pengguna jaringan Smartfren masih memakai ponsel feature, porsi pengguna ponsel pintar memang masih kecil yakni kurang dari 2 juta,” katanya.
 
Pertumbuhan perangkat ponsel pintar yang menjadi bagian dari ekosistem global menjadi salah satu fokus utama Smartfren pada 2016. Selain itu, ia memastikan tahun ini pihaknya sudah tidak lagi mengembangkan 3G, tetapi sudah beralih ke 4G.
 
“Saat ini kami memang baru bekerjasama dengan tiga perusahaan dengan rata-rata harga ponsel mulai dari Rp799 ribu hingga RP1.299 ribu. Kami pastikan tahun ini akan ada tambahan kerjasama dengan produsen global lainnya,” katanya.
 
Selain mendatangkan perangkat ponsel yang harganya dibanderol kurang dari Rp 2 juta, Smartfren juga akan memboyong ponsel untuk segmen menengah dan atas  Meski menggandeng produsen ponsel kenamaan, Smarfren tetap mempertahankan Andromax.
 
“Andromax memiliki pelanggan sendiri dan segmennya juga berbeda, begitu juga dengan pengguna Lenovo atau Samsung misalnya,” ungkapnya.
 
Sebelum era 4G, Smartfren mendatangkan ponsel besutan produsen Tiongkok yang direkayasa dan dilabeli sebagai seri Andromax. Meski bekerjasama dengan produsen global, Sukaca memastikan Smarfren tidak akan menghentikan layanan bagi pengguna ponsel Andromax yang didukung jaringan CDMA EVDO.
 
Ke depan, tambahnya, Smartfren akan mensinergikan ponsel seri Andromax dan perangkat besutan produsen global untuk mengoptimalkan bisnisnya.
  
“Meski target 2016 masih dalam proses finalisasi, setidaknya kami menargetkan minimal lima juta pelanggan menggunakan  4G LTE Smartfren, dan penambahan 4 juta pelanggan baru,” ujar Sukaca.
 
Artikel Terkait:
 
Aturan berbagi jaringan aktif, menguntungkan atau merugikan?
 
Cegah perang tarif 4G, KPPU akan panggil operator
 
Peluang bisnis operator menuju era 4G
 
Sambut era 4G, Kominfo keluarkan aturan berbagi infrastruktur 
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019