Pesan ruang rapat melalui aplikasi Xwork

  • Memiliki 125 ruangan rapat di berbagai lokasi di Jakarta
  • Target 2016 gaet 1000 ruangan rapat  dan ekspansi regional
Pesan ruang rapat melalui aplikasi Xwork

PROSEDUR penyewaan sebuah ruang rapat di Jakarta, masih cukup tradisional: Cari nomor telepon, menelepon, menanyakan ketersediaan dan harga, jika ada dan harga cocok maka kesepakatan pemesanan terjadi.
 
Namun jika tidak ada ruangan atau harga terlalu mahal, maka proses pencarian dan menelepon harus dilakukan lagi.
 
Begitulah. Berulang kali. Hingga sebuah ruangan tersedia dengan harga yang cocok dengan kebutuhan pengguna. Tentu saja, proses ini dinilai tak efisien, bahkan  membuat tempat pertemuan para eksekutif urban berubah, dari sebuah ruangan pribadi ke kedai kopi terdekat.
 
“Masalahnya di kedai kopi itu privasi tidak didapatkan, infrastruktur penting seperti misalnya proyektor atau internet kecepatan tinggi pun dikorbankan, demi mendapatkan sebuah tempat yang nyaman di tengah kota,” ujar chief operating officer PT Urban Solusi Digital, William Budihardjo, pada wartawan di Jakarta.
 
Fenomena urban ini dilirik William, insinyur sipil lulusan Amerika Serikat, bersama dua rekannya Andre Gunawan dan Andrew Anderson untuk mengembangkan sebuah solusi urban Xwork di bawah PT Urban Solusi Digital.
 
“Banyaknya ekspansi perusahaan asing maupun lokal, dan munculnya banyak perusahaan rintisan yang berbasis di ibukota Jakarta membuat permintaan untuk sebuah tempat atau ruangan pertemuan meningkat,” tambah William.
 
Sebenarnya banyak ruangan pertemuan yang tersedia untuk disewa, namun cara pengelolaan pemesanan masih tradisional, sehingga kedai kopi menjadi pilihan, karena tak perlu pemesanan dan berbelit.
 
Karena itulah, Xwork dihadirkan sebagai sebuah solusi yang akan menjawab kebutuhan para eksekutif urban akan tempat pertemuan yang nyaman dan lengkap.
 
Solusi ini hadir dalam bentuk aplikasi mobile yang saat ini sudah dapat diunduh di ponsel pintar bersistem operasi Android. Aplikasi mobile ini menggunakan layanan berbasis lokasi ponsel untuk menghubungkan pengguna dengan ruangan rapat terdekat yang dapat disewa.
 
Segala detil ruang rapat baik ketersediaan, harga, lokasi, kapasitas, fasilitas serta gambar ruang rapat tersedia secara real-time di layar ponsel. Pengguna pun tak perlu repot melakukan cara manual menelepon atau mengirim permintaan tempat melalui surat elektronik.
 
 “Sudah ada juga jasa yang menawarkan ruangan kosong di Indonesia, namun pendekatan yang diambil berbasis situs web, sedangkan Xwork fokus pada mobile,” ujar chief executive officer PT Urban Solusi Digital Andre Gunawan.
 
Andre mengacu pada situs web CariRuangan.com yang juga menawarkan pemesanan sebuah lokasi untuk rapat maupun acara lainnya.
 
Pendekatan mobile yang diambil oleh Xwork dianggap para founders cocok dengan target pasar yang ingin diraih, yakni para eksekutif urban yang kesehariannya berlarian mengejar rapat.
 
“Lagipula, ponsel pintar itu sudah jadi keseharian dan selalu bersama dengan kita setiap saat, ketimbang harus buka laptop atau komputer untuk pemesanan, aplikasi mobile jauh lebih efisien,” ungkap Andre lebih lanjut.
 
Dengan mengambil pendekatan mobile, Andre menjamin pengalaman pemesanan juga akan sangat mudah, dengan empat kali klik, dan waktu kurang lebih 45 detik, sebuah transaksi pemesanan ruangan sudah selesai dilakukan.
 
“Efisiensi merupakan kunci masyarakat dan eksekutif urban, semua harus serba mudah dan cepat. Ditambah lagi, pembayaran pemesanan seluruhnya cashless melalui kartu kredit,” ujar William.
 
William menambahkan bahwa sistem pembayaran yang diadopsi Xwork mirip sistem pembayaran yang digunakan Uber yakni dengan tokenization dan one-click-payment. Ini berarti pengguna cukup sekali saja memasukkan detil kartu kredit untuk pembayaran pesanan ruangan pertama kali.
 
Setelahnya, sistem akan menyimpan detil pembayaran dan pemesanan selanjutnya hanya membutuhkan persetujuan pengguna sekali klik.
 
Kombinasi generasi digital dan profesional berpengalaman
 
Pesan ruang rapat melalui aplikasi Xwork Sudah bertahun-tahun saling mengenal, ketiga founders akhirnya bertemu kembali di awal 2015 dan mendiskusikan ide untuk ikut mencicipi pesatnya perkembangan industri Internet dan teknologi di Indonesia.
 
“Awalnya kita harus pikirkan mau masuk kemana, apakah e-commerce atau sharing economy seperti Gojek, mau berjualan produk atau jasa, mau membidik pasar publik besar atau profesional,” ujar Andre.
 
Akhirnya setelah riset dan diskusi panjang, ketiganya memutuskan untuk masuk dalam sharing economy dengan target menyediakan layanan yang memudahkan kaum profesional urban dalam bekerja.
 
Pada Mei 2015, ketiganya pun mulai menggarap Xwork yang sejak awal telah diimpikan untuk berbasis mobile bukan situs web.
 
Alasanya, “Karena harus kembali pada ide memudahkan dan mengedepankan efisiensi, platform yang kami gunakan harus aplikatif dan lekat dengan kehidupan sehari-hari, ponsel pintar lah jawabannya,” papar Andre.
 
Ia mengakui membangun platform mobile bukan perkara mudah, karena banyak ahli di Indonesia yang lebih memahami situs web ketimbang mobile. Meski demikian, proses penggarapan aplikasi yang ramah pengguna harus tetap berjalan.
 
Tujuh bulan kemudian, perjuangan tim untuk menggarap aplikasi Xwork pun berbuah manis, kini Xwork sudah tersedia di sistem operasi ponsel Android, dan pada Januari 2016 akan tersedia untuk sistem operasi iOS.
 
Ditanya mengenai alasannya untuk bergabung dengan dua rekan mudanya, Andre menjawab kegigihan dan ide William lah yang membuatnya rela melepaskan posisi managing director di sebuah perusahaan ritel asal Jepang demi membangun dan mematangkan konsep bisnis Xwork.
 
“Jika sebelumnya, yang saya pikirkan adalah menjual produk dengan meraup profit besar, sekarang lebih pada menciptakan dan berinovasi dalam solusi yang dapat membantu masyarakat,” ujar Andre.
 
Elemen sosial untuk membantu memberikan solusi terbaik dengan harga yang terjangkau inilah yang menarik hati Andrew. Ia pun mengakui, bahwa energi, pengetahuan teknologi dan kekuatan pasar digital saat ini lebih dikenal oleh William dan Andrew, koleganya yang berusia 20-an.
 
Namun, pengalaman panjang Andre dalam menangani pemasaran, pembangunan bisnis di bidang ritel, serta jaringan yang dimiliki melengkapi kekuatan tim dan menjadi keunggulan kompetitif tersendiri.
 
“Kami yakin kombinasi dan kolaborasi antara anak muda dengan profesional senior yang berpengalaman menjadi formula yang  tepat untuk meraih kemenangan dalam bisnis,” papar William.
 
Pasar potensial, target pun ambisius
 

Pesan ruang rapat melalui aplikasi Xwork

 
Menemukan ceruk bisnis berbasis teknologi yang unik, target yang ingin dicapai Xwork pun tak sedikit. Xwork menargetkan untuk menguasai pasar pemesanan tempat dan ruangan rapat secara daring di Jakarta pada akhir 2016.
 
Setelahnya, menurut William, Xwork akan mulai menjangkau Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, dan seluruh kota besar di kawasan Asia Tenggara.
 
“Jika kita mampu menguasai pasar Asia Tenggara saja, itu sudah sama besarnya dengan pasar Tiongkok, besar sekali. Ini akan menjadi kekuatan Xwork untuk ekspansi ke kawasan lain di dunia,” pungkas William.
 
Namun, pasar Indonesia juga tidak akan dilupakan, karena masih ada beberapa kota besar di Indonesia yang memiliki potensi industri MICE (meetings, incentives, conferences and exhibitions) yang baik seperti Surabaya, Bandung, Bali dan Yogyakarta.
 
“Rencana untuk ekspansi portofolio dan kerjasama dengan berbagai tempat di kota-kota lain di Indonesia sudah ada. Kami ingin memantapkan posisi di Jakarta terlebih dahulu lalu merambah ke kota lain, namun belum bisa dipastikan kapan,” jelas William.
 
Saat ini Xwork memiliki 70 mitra baik dari jasa perhotelan, gedung kantor, virtual office, serviced office, hingga coworking space dengan kurang lebih 125 ruangan tersedia untuk dipesan.
 
Sepanjang 2016, William dan rekan-rekannya memiliki misi untuk menyediakan setidaknya 1,000 tempat dan ruangan yang dapat dipesan melalui aplikasinya di Jakarta.
 
Selain melebarkan ekspansi ke regional, Xwork juga ingin meluaskan cakupan jenis ruangan yang disewakan.
 
“Ke depan ada kemungkinan untuk menyewakan ruangan kantor atau coworking space yang berbentuk satu desk dengan harga sewa per hari, per minggu, bahkan per bulan,” tambah William.
 
Perlahan namun pasti, aplikasi Xwork akan menjelma menjadi layaknya Airbnb dalam industri ruangan pertemuan dan perkantoran.
 
Artikel Terkait:
 
Bulp, sarana baru menyampaikan keluhan dan aspirasi
 
Jakarta luncurkan Go-Busway dan Qlue Transit
 
Snapcart ubah struk belanja jadi uang tunai
 
Kebunbibit.id, e-commerce khusus tanaman
 
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019