Orang Indonesia paling sering mencari isu ini di Google Search

  • Isu lokal paling popular adalah batu akik, GoJek dan kue cubit
  • Isu internasional yang paling dianggap menarik adalah olahraga
Orang Indonesia paling sering mencari isu ini di Google Search

 
JIKA media massa sepanjang 2015 dipenuhi isu tentang perekonomian domestik dan global, pelemahan rupiah, serta kinerja kabinet pemerintahan, tetapi tidak demikian dengan pandangan masyarakat. Rupanya masyarakat punya pilihan tersendiri mengenai topik menarik sepanjang tahun ini.
 
Topik ekonomi makro, tampaknya kurang diminati oleh pengguna Internet, politik apa lagi. Setidaknya itu terungkap dari hasil pengumpulan data tren pencarian terpopuler dari mesin pencari Google.
 
Google pun mengumumkan Year in Search, sebuah kilas balik tahun 2015 yang dirangkum dari mesin pencari Google Search, pada 16 Desember lalu tentang kata yang paling sering dilihat dan dicari oleh pengguna Internet di Indonesia sepanjang 2015.
 
Dari rangkuman analisa data mesin pencari Google tersebut, yang dicari oleh masyarakat justru topik ekonomi kerakyatan, peristiwa domestik, olahraga maupun dunia hiburan yang dekat dengan keseharian mereka.
 
Batu Akik, Go Jek, dan Kue Cubit menjadi topic terpopuler yang paling banyak mengundang rasa ingin tahu masyarakat Indonesia.
 
Batu Akik menempati urutan teratas disusul oleh GoJek yang berada di peringkat ke-2, Sedangkan Kue Cubit ada di peringkat 3. Menyusul kemudian kasus kematian Angeline yang berada di peringkat 4 dan kematian Olga Syahputra berada di urutan ke-5.
 
Sementara lima topik lainnya adalah Dubsmash (peringkat 6), Furious 7 (peringkat 7), Tragedi Mina (peringkat 8), Goyang Dumang (peringkat 9) dan Piala Presiden (peringkat 10).
 
Adapun daftar lengkap tren penelusuran masyarakat Indonesia pada 2015, bisa dilihat di situs https://www.google.co.id/trends/story/2015_ID.

‘Made in Indonesia’ juara di dalam negeri
 

Orang Indonesia paling sering mencari isu ini di Google Search

Yang menarik dari rangkuman mesin pencari google itu adalah kehadiran GoJek (gambar di atas) yang merupakan perusahaan rintisan berbasis teknologi asli besutan anak Indonesia. GoJek berhasil masuk dalam dua teratas topik terpopuler sepanjang tahun 2015.
 
Fenomena GoJek memang luar biasa. GoJek menyita perhatian masyarakat  melalui gebrakan teknologinya yang memberikan tatanan baru pada bisnis transportasi ibukota.
 
Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo kerap menyebut GoJek sebagai sebuah cerita sukses dimulainya era ekonomi digital di Indonesia.
 
Tak heran, apabila dalam kunjungan Joko Widodo ke Amerika Serikat, pada Oktober lalu, Nadiem Makarim – pendiri GoJek – diajak bersama dengan para technopreneur Indonesia lainnya untuk menyuarakan misi ekonomi digital di Silicon Valley, San Francisco.
 
Saat ini GoJek dengan seragam hijaunya mewarnai pemandangan ibukota Jakarta dengan beragam layanannya, mulai dari transportasi, kurir, jasa belanja, jasa pembersihan ruangan atau rumah, hingga jasa kecantikan.
 
Data lebih mendalam dan bermakna
 
Orang Indonesia paling sering mencari isu ini di Google Search Dibandingkan tahun lalu, maka Year in Search tahun ini memiliki perbedaan yang signifikan. Mesin pencari Google tahun ini merangkum segala topik penelusuran dalam periode waktu tertentu.
 
Tahun ini Google merilis data tren pencarian terpopuler, sedangkan tahun sebelumnya Google hanya merilis data berdasarkan penelusuran paling banyak atau top search. Tahun ini pula, Google bukan hanya sekedar mencari penelusuran berdasarkan volumenya dalam satu tahun saja.
 
Bagi Google, pencarian topik dalam periode waktu tertentu ini mampu menceritakan lebih banyak tentang perilaku netizen Indonesia.
 
“Penelusuran topik ini memiliki kedalaman dan makna yang lebih banyak dibandingkan pencarian berdasarkan volume,” ujar head of Consumer & YouTube Communications Google Indonesia, Putri Silalahi (gambar).
 
Menurut dia, dengan metode ini, Google Search mampu menyediakan berbagai pertanyaan yang paling banyak dicari masyarakat mengenai topik tersebut.
 
Data Year in Search yang fokus pada topik dan ragam pertanyaan masyarakat tentang topik tersebut akan memudahkan setiap orang untuk melakukan riset pasar.
 
“Ponsel pintar kini jadi teman keseharian, ini menjadikan penelusuran masyarakat Indonesia lebih personal, lebih mendasar, lebih dekat dengan kepribadian masing-masing,” tambah Putri.
 
Isu internasional: Kedekatan dan olahraga
 

Orang Indonesia paling sering mencari isu ini di Google Search

 
Selain isu domestik, isu internasional juga menjadi lahapan masyarakat, dengan catatan adanya kedekatan atau topiknya berkaitan dengan olahraga. Dari 10 topik terpopuler yang ditelusuri masyarakat Indonesia, hanya isu internasional ‘Tragedi Mina’ yang masuk di peringkat ke delapan.
 
Selain karena peristiwa tersebut, menelan 57 korban kewarganegaraan Indonesia, peristiwa ini juga menarik perhatian para calon jemaah haji maupun yang telah kembali dari ibadah haji.
 
Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, setiap tahunnya, Indonesia mengirimkan 150 ribu hingga 200 ribu lebih warganya untuk menunaikan kewajiban agama ke Arab Saudi. Isu-isu yang bergulir secara global juga tak diabaikan masyarakat.
 
Selain merilis 10 topik terpopuler, Year in Search juga merilis 10 topik terpopuler dalam berbagai kategori, termasuk tokoh, peristiwa internasional, dan peristiwa nasional.
 
Salah satu peristiwa nasional yang ditelusuri masyarakat Indonesia, kejadian ‘Kabut Asap’ yang menyebar hingga ke Singapura, Malaysia dan Filipina menjadi tren di peringkat ketujuh di kategori ‘Peristiwa Nasional.’
 
Di kategori peristiwa Internasional, selain Tragedi Mina yang dekat dengan masyarakat Indonesia, isu olahraga seperti MotoGP 2015, Copa America 2015 serta SEA Games 2015 menduduki 10 besar peristiwa Internasional yang ditelusuri masyarakat Indonesia.
 
Topik pengungsi Rohingya juga menarik perhatian masyarakat Indonesia tahun ini secara khusus. Terdampar di pantai Aceh Utara bulan Mei 2015, ribuan pengungsi Rohingya akhirnya ditampung pemerintah Indonesia selama satu tahun.
 
Kedekatan lokasi terdamparnya para pengungsi inilah yang menjadi kunci tingginya penelusuran masyarakat Indonesia terhadap topik tersebut.
 
Tak semua masyarakat Indonesia setuju dengan hasil Year in Search ini, ada juga masyarakat yang mungkin menggelengkan kepala karena topik ekonomi yang mewarnai keseharian pelaku bisnis tak satupun terwakili.
 
Namun yang jelas masyarakat awam pada umumnya menyukai topik yang sederhana, ringan dan menyentuh kesehariannya.
 
Artikel Terkait:

Shoppers flocking online for convenience, prices: Google
 
YouTube’s next frontier: Becoming more like TV
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019