LINE dan Go-Jek berkolaborasi

  • Go-Jek bisa dipesan melalui aplikasi LINE
  • Go-Jek buka platform untuk kerjasama dengan aplikasi pihak ketiga
LINE dan Go-Jek berkolaborasi

 ALIH-alih saling berkompetisi, untuk mendapatkan unduhan dan pengguna sebanyak-banyaknya dari aplikasi masing-masing, Go-Jek dan LINE justru memilih untuk berkolaborasi.
 
Perusahaan teknologi pemesanan ojek PT Go-Jek Indonesia bekerjasama dengan LINE Corporation, perusahaan teknologi Korea yang bermarkas di Jepang, untuk menghadirkan cara baru pemesanan Go-Jek melalui aplikasi LINE.
 
Artinya untuk dapat menikmati layanan Go-Jek, pengguna ponsel pintar tidak perlu lagi mengunduh aplikasi Go-Jek secara khusus, cukup menggunakan aplikasi LINE dan mengikuti akun resmi Go-Jek di dalamnya.
 
“Go-Jek memiliki pengguna yang loyal, LINE memiliki pengguna yang tingkat keterlibatannya sangat tinggi, kerjasama ini akan membuka peluang bisnis bagi keduanya, juga kesempatan untuk memuaskan pengguna lebih luas lagi,” papar chief executive officer dan founder Go-Jek Nadiem Makarim pada awak media.
 
Kolaborasi ini merupakan kemitraan pertama LINE di Indonesia di bawah platform LINE Business Connect dan dalam bentuk layanan O2O (online-to-offline).
 
Platform LINE Business Connect adalah layanan solusi bisnis yang menyediakan sistem application program interface (API) yang terbuka bagi para mitra bisnis untuk berkomunikasi dengan para konsumennya secara lebih terarah dan fleksibel.
 
“Banyak orang yang masih menganggap LINE sebagai aplikasi pesan dan permainan saja, namun sesungguhnya lebih dari itu. LINE juga menyediakan platform bagi mitra bisnis dan UKM sehingga mereka bisa menggunakan aplikasi kami untuk kegiatan bisnisnya,” papar senior director of global communication, LINE Plus Corporation, Brian Lee pada kesempatan yang sama.
 
Dalam laporan tahunan untuk tahun fiskal 2015 yang dirilis perusahaan minggu lalu, disebutkan total pengguna aktif bulanan aplikasi LINE mencapai 215 juta pengguna.
 
Sekitar 68 persen atau 144,7 juta dari total pengguna tersebut berasal dari empat negara dengan pengguna LINE terbesar yakni Jepang, Taiwan, Thailand dan Indonesia.
 
Di Indonesia sendiri, LINE memiliki kurang lebih 30 juta pengguna aktif bulanan.
 
“Kinerja LINE di Indonesia secara konsisten terus melaju di setiap kuartal, oleh karenanya penting bagi kami untuk terus mendorong pertumbuhan bisnis di negara ini dengan strategi yang tepat.
 
“Salah satunya yang kami fokuskan adalah bekerjasama dengan sebanyak mungkin mitra lokal di Indonesia. Tujuannya adalah  untuk semakin melokalisasi konten sertai meraih semakin banyak pengguna,” papar business development manager of global business division 2, LINE Plus Corporation, Jin Hee Kim.
 
Bagi Go-Jek dan LINE, kerjasama ini akan menjadi semacam eksperimen yang nantinya akan berujung pada peningkatan layanan dan sinergi kedua perusahaan.
 
“Kerjasama ini akan menjadi model dan cerita sukses bagi kedua perusahaan ke depan, Go-Jek kini memiliki kesempatan untuk meraih tambahan 30 juta pengguna LINE.
 
“Bagi LINE, kolaborasi dengan Go-Jek akan menjadi cerita sukses bagi solusi bisnis yang kami tawarkan,” tambah Jin Hee.
 
Sejak diluncurkan pada 11 Januari lalu, akun resmi Go-Jek di aplikasi LINE telah memiliki 530.000 pengikut, dengan 15.000 pesanan transportasi Go-Jek melalui aplikasi LINE hingga hari ini.
 
Tingkatkan kolaborasi, bukan berkompetisi
 

LINE dan Go-Jek berkolaborasi

Sejak meluncurkan aplikasi mobile Januari 2015, Go-Jek yang berdiri sejak 2011  kini telah memiliki 200 ribu pengendara yang tersebar di 10 kota di Indonesia.
 
Pada Juni 2015, dalam akun resmi Go-Jek di Facebook menungkapkan bahwa selama enam bulan, Go-Jek telah melayani satu juta pesanan.
 
Meski belum ada data terbaru mengenai jumlah penggunanya, namun  “pertumbuhan Go-Jek telah melampaui target yang diharapkan sejak awal,” kata chief brand director, Michaelangelo Moran.
 
Layanan Go-Jek pun terus bertambah diluar layanan tumpangan ojek semata, yakni layanan pemesanan makanan, Go-Food, layanan jasa kebersihan,  Go-Clean, salon panggilan, Go-Glam, layanan pijat ke rumah, Go-Massage, angkut barang, Go Box, hingga layanan pemesanan tiket, Go-Tix.
 
Tak puas dengan segala layanan tersebut, Go-Jek pun membuka ekosistem teknologi internalnya, agar bisa bekerjasama dengan pihak ketiga melalui aplikasi third-party seperti yang dilakukan dengan LINE.
 
“Di industri aplikasi mobile, jika kita fokus pada keuntungan akan sulit bagi aplikasi untuk berkembang.
 
“Fokus justru harus pada kebutuhan. Apa lagi yang bisa mempercepat serta  mempermudah proses transaksi atau proses kebutuhan konsumen mobile,” papar Nadiem (gambar di bawah).
 

LINE dan Go-Jek berkolaborasi

 
Ia menambahkan kerjasama dengan LINE merupakan eksperimen pertama Go-Jek membuka API-nya untuk aplikasi lain.
 
“Ke depan kita berharap kita akan menjadi sebuah platform yang terbuka, yang memungkinkan kerjasama dengan aplikasi lain, dan pada saat yang sama memungkinkan aplikasi lain masuk ke ekosistem Go-Jek,” jelasnya.
 
Ia percaya bahwa kehadiran layanan Go-Jek bukan untuk berkompetisi, melainkan membuka kesempatan dan jalur untuk kolaborasi.
 
“Jika dua perusahaan bisa saling membantu memuaskan pengguna masing-masing, kenapa tidak? Inilah filsafat perusahaan teknologi, keuntungan bukan fokus, tetapi kepuasan pelanggan adalah kuncinya,” tambahnya.
 
Senada dengan Nadiem, sang chief brand director yang akrab disapa Mike juga menekankan semangat kolaborasi yang sudah menjadi etika bisnis perusahaan.
 
Ia menjelaskan kerjasama dengan LINE justru akan membuka pasar baru, yakni pasar anak muda untuk menjadi pengguna Go-Jek.
 
“Saat ini target pasar Go-Jek adalah mereka yang berada dalam rentang usia 25 hingga 35 tahun, namun dari survey internal dan profil pengguna LINE, banyak juga target pasar yang berada di bawah usia 25 tahun yang ikut menggunakan Go-Jek dari aplikasi tersebut,” jelasnya.
 
“Jika ada kekhawatiran bahwa aplikasi Go-Jek tidak akan diunduh sebanyak dulu karena kerjasama ini, itu sama sekali tidak benar.
 
“Aplikasi Go-Jek akan terus diunduh karena banyak layanan tambahan di dalamnya yang untuk sementara ini tidak tersedia dalam format kerja sama dengan LINE,” tambahnya.
 
Artikel Terkait:
 
Orang Indonesia Paling Sering Cari Isu Ini di Google
 
Jakarta luncurkan Go-Busway dan Qlue Transit

Joko Widodo ajak technopreneur Indonesia ke Silicon Valley
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019