Kerjasama dengan Telkomsel, Go-Jek buka layanan Go-Pulsa

  • Pengemudi Go-Jek bisa jual isi ulang pulsa ke penumpangnya
  • Telkomsel targetkan pemasukan Rp 1,8 triliun dari kerjasama ini
Kerjasama dengan Telkomsel, Go-Jek buka layanan Go-Pulsa

SEIRING dengan berkembangnya bisnis digital, operator seluler Telkomsel kian intensif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi, Go-Jek.
 
PT Telekomunikasi Selular Indonesia secara resmi berkolaborasi dengan  PT Go-Jek Indonesia dan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk mengembangkan channel distribusi isi ulang pulsa.
 
Dalam kerjasama ini nantinya 250 ribu pengemudi Go-Jek dapat menjual pulsa isi ulang ke penumpang yang nantinya tersedia dalam layanan yang disebut Go-Pulsa.
 
Selain itu, setiap pengemudi Go-Jek bisa mendapatkan keuntungan berupa penawaran paket data khusus, pesan singkat, dan panggilan telepon gratis ke sesama pengemudi.
 
“Saat ini layanan Go-Pulsa yang merupakan kerjasama dengan Telkomsel memang belum secara resmi tersedia, kemungkinan dalam waktu 4 bulan atau bisa lebih cepat baru bisa dinikmat,” ungkap CEO Go-Jek Nadiem Makarim di sela acara penandatanganan kerjasama di kantor Telkomsel di Jakarta, 15 Februari 2016.
 
Selain menyediakan layanan tumpangan, saat ini Go-Jek juga sudah menyediakan layanan pemesanan makanan, Go-Food, layanan kebersihan, Go-Clean, layanan gaya hidup, Go-Glam, layanan pijat ke rumah, Go-Massage, layanan angkut barang, Go-Box, dan layanan pemesanan tiket, Go-Tix.
 
Nadiem memastikan layanan baru kali ini akan mendukung produktivitas pengemudi dalam menggunakan layanan berbasis data. Sementara untuk layanan panggilan telepon gratis nantinya akan tersedia dalam pembaharuan aplikasi yang hanya bisa dinikmati oleh pengemudi Go-Jek.
 
Bukan hanya itu, nantinya kerjasama yang terjalin juga ditujukan untuk percepatan penetrasi layanan 4G dengan memberikan jasa penukaran kartu uSIM.
 
Direktur sales Telkomsel Mas’ud Khamis menyebut saat ini layanan 4G Telkomsel sudah tersedia di 30 kota dengan dukungan 5.000 BTS E-node B. Melalui kerjasama ini nantinya Telkomsel menargetkan hingga akhir tahun 2016 layanan 4G bisa tersedia di 40 kota.
 
“Sepanjang tahun 2016 kami akan menambah cakupan 4G di 10 kota terutama daerah dengan basis pengguna muda yang cukup besar seperti area sekitar Jakarta, Bogor, Cirebon, Yogyakarta, Padang, Aceh, dan Tasikmalaya.
 
“Kerjasama ini merupakan salah satu upaya mempercepat adopsi 4G, karena ketersediaan jaringan, perangkat dan distributor harus bersamaan.
 
“Di akhir semester satu nanti kami akan evaluasi, kalau ada perkembangan kemungkinan jaringan akan diperluas selama basis pengguna ponsel pintar sudah ada di daerah tersebut,” katanya.
 
Channel variatif tetapi tidak saling kanibal
 
Presiden direktur TiPhone Tan Lie Pin menyebut pihaknya sebagai aggregator penjualan pulsa melalui jasa aplikasi transportasi daring akan melengkapi channel distribusi perusahaan. Mengingat sejauh ini penjualan pulsa isi ulang melalui channel tradisional (toko) dan perbankan.
 
“Kami melihat tiap channel penjualan memiliki karakter dan segmen pasar masing-masing. Misalnya channel tradisional lebih menggunakan pendekatan saat pulsa habis baru bayar, sementara kalau pelanggan perbankan akan langsung dari rekening tabungan atau kartu kredit,” kata Lie.
 
Senada dengan Lie, Mas’ud memastikan ketersediaan channel distribusi  pulsa isi ulang melalui layanan Go-Jek tidak akan mengkanibal channel lain yang sudah ada.
 
Ketersediaan channel baru disebut Mas’ud merupakan upaya mengikuti gaya hidup pelanggan. Untuk menghindari konflik dengan channel lain, maka penjualan pulsa melalui pengemudi Go-Jek hanya berupa voucher elektronik dengan denominasi Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.
 
“Kami menargetkan pendapatan dari channel baru ini bisa mencapai Rp1,8 triliun dengan estimasi dalam sehari ada 300 ribu penumpang dan rata-rata satu penumpang membeli pulsa 50 ribu sehingga dalam sebulan bisa mencapai Rp150 miliar.
 
“Secara keseluruhan target pendapatan kami tahun ini mencapai Rp84 triliun, 40 persen diantaranya dari bisnis digital. Target ini sejalan dengan realisasi target pendapatan kami yang mencapai Rp 76 triliun dari target sebelumnya yang hanya Rp73 triliun,” ungkapnya.
 
Ketika disinggung mengenai kesiapan Telkomsel menghadapi lonjakan traffic ketika implementasi distribusi melalui channel baru ini, Mas’ud mengaku optimis karena telah didukung server yang cukup lengkap. Ia memastikan lonjakan traffic dari 250 ribu pengemudi Go-Jek tidak akan sebesar lonjakan yang terjadi saat momen Idul Fitri, Natal, dan malam pergantian tahun yang bisa meningkat hingga 300%.
 
Sementara untuk sistem bagi hasil yang ditetapkan, ia mengatakan pihaknya tidak akan membedakan dengan channel distribusi lainnya.
 
Untuk bagi hasil pendapatan nantinya pihak manajemen Go-Jek akan mendapatkan biaya kompensasi sebesar 2-3% dari setiap transaksi pengisian pulsa.
 
Artikel Terkait:
 
LINE dan Go-Jek berkolaborasi
 
Jakarta luncurkan Go-Busway dan Qlue Transit
 
Telkomsel luncurkan kembali TCash berbasis NFC
 
Joko Widodo ajak technopreneur Indonesia ke Silicon Valley

 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 

 
Keyword(s) :
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019