iTrain Asia dan Nettium siap kucurkan pendanaan untuk startup Indonesia

  • Mengadakan program beasiswa dan training inkubasi bagi 50 mahasiswa
  • Menampung penerima beasiswa untuk bekerja di jaringan perusahaan
iTrain Asia dan Nettium siap kucurkan pendanaan untuk startup Indonesia
 
PERKEMBANGAN teknologi informatika telah membuka peluang bagi industri kreatif, terutama perusahaan-perusahaan rintisan atau startup untuk tumbuh semakin pesat dan dinamis.
 
Saat ini, jumlah pengguna Internet di Indonesia mencapai lebih dari 90 juta orang. Ini menjadi pondasi yang kuat bagi pengembangan industri digital.
 
Tak heran, apabila Indonesia menjadi pasar yang menarik dan sangat potensial bagi startup.
 
Kehadiran startup di tanah ini, menurut direktur Ideosource Andi S. Boediman sebagiamana dilaporkan Marketeers, ada dua gelombang, yang pertama adalah orang-orang yang sebelumnya bekerja secara professional di perusahaan besar kemudian masuk ke dumia startup.
 
Sementara gelombang kedua adalah orang Indonesia yang sebelumnya bekerja di luar negeri, kemudian kembali ke Indonesia untuk membangun startup. Dua gelombang inilah yang menjadi tanda positif bagi kemajuan model kewirausahaan di tanah air yang mayoritas diisi oleh anak muda.
 
Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sebuah kesempatan di Banten mengaku optimis pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia berpeluang besar menciptakan lapangan pekerjaan dan memacu pertumbuhan ekonomi. Ekonomi kreatif bisa menjadi katalis industri baru sekaligus akselerator aktivitas ekonomi yang sudah ada.
 
“Rata-rata pelaku ekonomi kreatif ini masih berusia muda yang memiliki bekal pengalaman, pendidikan, pergaulan dan keterbukaan dalam memberikan sentuhan inovasi kreasi dan teknologi yang mampu mendongkrak nilai tambah,” ucapnya.
 
Semakin banyak startup yang bermunculan menunjukkan masa depan industri kreatif di bidang teknologi  kian prospektif. Pasar yang besar dan orang-orang kreatif membuat startup pantas untuk dilirik.
 
Ini pula yang memicu semakin banyak ventura  berani dan tertarik berinvestasi di startup Indonesia.
 
Bukan hanya menyuntikkan dana segar, bahkan sejumlah ventura pun menawarkan program mentoring dan inkubasi bagi mereka yang baru berkecimpung di dunia startup. Seperti yang dilakukan Nettium dan iTrain Asia, yang kepincut dengan perkembangan startup di Indonesia.
 
CEO Nettium Lam Mun Choong memastikan, pertumbuhan bisnis (Compound Annual Growth Rate/ CAGR) mencapai 57 persen dalam 4 tahun terakhir yang merupakan momentum tepat untuk mulai mengembangkan bisnis ke sejumlah negara di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia.
 
“Saat ini kami memiliki 360 ahli telematika di Malaysia dan Singapura, dengan sumber daya yang ada, rencananya kami ingin membuka kantor di Silicon Valley.
 
“Kami melihat banyak bibit-bibit potensial di Indonesia, untuk itu kami tertarik dengan pangsa pasar di sini,” tulis Choong dalam keterangan resmi yang diterima DNA, 9 November 2015.
 
Bukan hanya menjadi penyandang dana bagi startup, kedua perusahaan itu juga membidik mahasiswa-mahasiswa kreatif dari sejumlah universitas kenamaan. Mereka diberikan  kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dan bergabung dalam program inkubasi.
 
iTrain Asia dan Nettium siap kucurkan pendanaan untuk startup Indonesia“Program beasiswa ini diharapkan bisa menjaring 50 mahasiswa asal Indonesia,” kata CEO iTrain Asia Bikesh Lakhmichand (pic) dalam surel.
 
Untuk mewujudkan hal itu, kedua perusahaan ini menggagas seminar mengenai Mobile dan Web Development yang akan diselenggarakan pada 16-17 November 2015 di STMIK Indonesia, STMIK ISTB dan Institut Teknologi Indonesia.
 
Dalam seminar tersebut akan dipaparkan peluang dari dasar-dasar Object Oriented dan NET C# development dan teknologi ASP.NET, crash course iOS development, Android development, HTML5, Javascript, dan CSS3.
 
Selain itu, akan ada sesi mengenai pemanfaatan berbagai platform cloud computing sebagai solusi untuk aplikasi mobile yang dikembangkan oleh para peserta seminar.
 
Selain menerima beasiswa, Bikesh menyebut, mahasiswa penerima beasiswa juga akan mendapatkan program pelatihan jangka panjang hingga membantu mendapatkan pekerjaan lewat jaringan regional dan internasional Nettium dan iTrain.
 
“Ini bukan sekedar program inkubator, mahasiswa yang mendaftar akan diminta  melakukan pre tes dan wawancara dengan pihak Nettium sebagai persyaratan memperoleh beasiswa,” pungkasnya.
 
Kedepannya,  iTrain juga akan mengarahkan mahasiswa dan startup yang terpilih untuk tergabung dalam program akselerasi di bawah divisi VC 1337 Ventures.  Kandidat yang terpilih juga bisa berkarir dan menjadi bagian dari tim Nettium Malaysia.
 
“Rencananya investasi tahap awal melalui program startups alpha akan dimulai awal tahun nanti di Jakarta. Untuk saat ini kami fokus pada program serupa di Filipina, baru menyusul kemudian Indonesia,” lanjut Bikesh.
 
Artikel Terkait:
 
Google’s Made with Code hits Malaysia via iTrain Kids
 
10 things you didn’t know about programming
 
Startup methodology seeping corporate Malaysia
 
1337 to match-make startups with GLCs in new programme
 
 
Untuk mengakses lebih banyak berita-berita teknologi serta informasi terkini, silahkan ikuti kami di 
TwitterLinkedIn or sukai laman kami di Facebook.
 
 
Author Name :
 

By commenting below, you agree to abide by our ground rules.

Subscribe to SNAP
Download Digerati50 2018-2019 PDF

Digerati50 2018-2019

Get and download a digital copy of Digerati50 2018-2019